);

Dipertanyakan Pelaksanaan Proyek Biogas Di Desa Mantun

Maluk, KOBAR – Pelaksanaan proyek pembangunan dan pemasangan kompor biogas di Desa Mantun kecamatan Maluk menjadi pertanyaan banyak kalangan masyarakat, lantaran pemerintah Desa yang diharapkan bisa memberikan keterangan juga mengaku bingung dengan proyek yang akan memanfaatkan kotoran ternak jenis sapi dan kerbau tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Zainuddin kepada media ini mengatakan, pada dasarnya proyek itu cukup membantu masyarakat karena bisa mengurangi pengeluaran bahan bakar, namun sebelum adanya pelaksanaan proyek setidaknya bisa disosialisasikan kepada masyarakat atau pemerintah Desa, sehingga tidak membuat bingung masyarakat.

Selain itu juga disampaikan, jika bahan baku utama adalah kotoran ternak peliharaan, maka masyarakat yang menerima program cukup kesulitan nantinya, mengingat di wilayah Desa Mantun nyaris tidak terlihat adanya aktifitas pengandangan hewan ternak. “Justru menambah masalah bagi masyarakat nantinya, lantarana kesulitan mendapatkan bahan baku kotoran ternak,” timpal Zainuddin.

Baca Juga :  28 Desa di KSB Sandang Predikat Desa Tertinggal

Pertanyaan yang juga muncul, pembangunan proyek biogas itu sendiri menghabiskan anggaran mencapai Rp. 10 juta untuk setiap unit, padahal kalau dilihat secara kasat mata tidak banyak yang dikerjakan di lokasi, jadi tidak mungkin bisa menghabiskan anggaran besar.

Sementara Kepala Desa (Kades) Mantun, Syafiuddin Amd yang dimintai keterangan di ruang kerjanya selasa, 30/9 membenarkan adanya proyek pembangunan dan pemasangan kompor biogas tersebut, meskipun diketahui setelah pekerjaan hampir rampung. “Saya tidak bisa memberikan keterangan kepada masyarakat saat itu, karena pekerjaan proyek itu hampir selesai baru diketahui,” timpal Syafiuddin.

Syaifuddin tidak bisa memberikan keterangan besarnya biaya untuk setiap unit pekerjaan, karena memang tidak ada informasi pasti, namun hasil penelusuran yang dilakukan besarnya biaya pekerjaan itu benar Rp. 10 juta. “Iya, saya dengar nilai proyek setiap unit Rp. 10 juta,” lanjut Syafiuddin. (kman)

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Alat Kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah rampung…