Didukcapil Hentikan Penerbitan KTP Manual

Alwi: Siapkan Layanan Antar-Jemput KTP-el

Taliwang, KOBAR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Didukcapil) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah menghentikan penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) manual, namun tidak akan menarik KTP manual yang sudah beredar. Sehingga para pemegang KTP manual, masih bisa mempergunakannya sampai masa berlaku KTP berakhir.

Kepala Didukcapil, Drs Alwi MM, yang dikonfirmasi media ini mengatakan, pelayanan penerbitan KTP masih berlangsung, namun yang diterbitkan bukan KTP manual, melainkan KTP elektronik (KTP-el). “Kami sudah menghentikan penerbitan KTP manual, karena sudah ada blangko KTP-el, meskipun jumlahnya belum sesuai kebutuhan,” tandasnya.

Lantaran jumlah blangko masih minim, maka Didukcapil belum bisa melayani penerbitan atau pergantian KTP manual menjadi KTP-el. “Saya sudah melayangkan surat ke pemerintah pusat untuk meminta penambahan blangko, agar bisa memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat, termasuk bisa mengambil kebijakan dengan menarik seluruh KTP manual tersebut,” lanjutnya.

Masih keterangan Alwi, pihaknya sebenarnya sudah bisa melayani penerbitan KTP-el sejak Januari lalu, namun terkendala material, terutama jumlah blangko KTP-el yang belum memadai. Sehingga saat ini, pelayanan penerbitan KTP harus dilakukan secara bertahap, karena tidak ingin ada masyarakat yang membutuhkan KTP tidak bisa terlayani, lantaran kehabisan blangko. “Penerbitan blangko kewenangan pemerintah pusat, jadi pelayanan bisa dilakukan saat blangko itu tersedia,” bebernya.

Alwi juga mengaku, bahwa setelah pihaknya ditetapkan untuk mulai menerapkan penerbitan KTP-el, memunculkan keinginan masyarakat untuk melakukan perekaman data diri. Sehingga setiap hari selalu saja ada masyarakat yang datang untuk melakukan perekaman data diri sebagai prasyarat penerbitan KTP-el.

Semangat Didukcapil untuk mengejar target perampungan perekaman data diri cukup besar, bahkan saat ini, diakui Alwi, pihaknya menerapkan pelayanan antar-jemput atau mendatangi masyarakat yang dianggap tidak bisa mendatangi kantor Didukcapil. “Bagi masyarakat yang hendak memiliki KTP-el, tetapi tidak bisa mendatangi kantor Didukcapil dengan beberapa alasan, terutama alasan kesehatan, maka akan didatangi oleh petugas, sehingga yang bersangkutan bisa memiliki identitas diri tersebut,” akunya.

Soal pembebanan biaya atas penerbitan KTP-el, Alwi mengaku tetap mengacu pada Undang-undang, dimana tidak ada biaya yang dibebankan kepada masyarakat, kecuali untuk pencetakan ulang atas kesalahan pemilik KTP itu sendiri. “Kalau ada yang KTP hilang atau rusak, maka untuk pencetakan ulang akan dibebankan biaya. Berapa besar biayanya masih menunggu penetapan Peraturan Daerah (Perda),” tandasnya. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Muis: Sekdes bisa jadi Non PNS Taliwang, KOBAR - Ada beberapa amanat Undang-undang (UU) nomor 6…