Dewan Minta Hasil Uji Lab Air Asam Tambang Newmont

Taliwang, KOBAR – Pembuangan air asam tambang ke laut melalui pipa tailing yang dilakukan PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) menjadi bahan pembicaraan hangat di internal DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), lantaran lembaga politik itu tidak pernah mendapat pemberitahuan atas tindakan tersebut.

Politisi Demokrat, Ahmad Jamaluddin MSi kepada media ini rabu 27/8 kemarin menuturkan, secara aturan memang tidak dilanggar oleh pihak perusahaan, tetapi mekanisme pembuangan harus dilakukan pembuktian terlebih dahulu. Hal itu yang menjadi pertanyaan kami saat ini.

“Saya sudah mendengar ada beberapa opsi yang bisa dilakukan pihak perusahaan jika terjadi peningkatan debit air asam tambang, salah satunya dibuang ke laut melalui pipa tailing, namun air yang mengandung zat kimia berbahaya itu sudah benar di netralkan sampai pada ambang batasnya,” tanya ust Ahmad sapaan akrabnya.

Politisi asal Labuhan Lalar ini menegaskan, sejak awal proses DPRD tidak pernah dilibatkan, bahkan sampai saat ini tidak pernah tahu proses lanjutannya, justru mendengar telah dibuang ke laut, jadi upaya yang akan dilakukan dalam waktu dekat mengundang semua pihak, termasuk perusahaan untuk memberikan penjelasan secara detail, apakah air asam tambang itu sudah dilakukan penetralan sebelum proses pembuangannya.

Diakui Ust Ahmad, informasi telah dibuang limpah berbahaya itu cukup membuat resah masyarakat, terutama para nelayan, sehingga harus dilakukan pembuktian dan sosialisasi secara terbuka tindakan tersebut. “Harus dipanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab dengan proses itu, termasuk perusahaan juga harus diberikan ruang menyampaikan tindakannya, juga harus memperlihatkan bukti uji laboraturiumnya,” tegas Ust Ahmad.

Seperti yang pernah diberitakan, air asam tambang yang tertampung di dam Santong 3 sudah cukup tinggi atau hampir pada ambang batas kisaran terahir 105,7, sehingga harus ada upaya cepat perusahaan dengan cara membuangnya, karena tidak mungkin dikembalikan ke pit, lantaran perusahaan asal paman sam itu sudah tidak beroperasi.

Pembuangan dilakukan perusahaan selama 10 hari atau sampai pada ketinggian 103. Jadi saat ini kondisi di tempat tersebut sudah pada level aman. (Kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk mengantisipasi rembesan air hujan di kantor…