Bus Sekolah Dituding Suka Ngadat

Brang Ene, KOBAR – Bantuan pendidikan oleh pemerintah, baik Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Daerah terus bergulir. Bahkan dari tingkatan SD hingga Perguruan tinggi, dari sarana prasarana bangunan sekolah, seragam sekolah, hingga Bus Sekolah. Hadirnya bus sekolah disambut gembira oleh seluruh wali murid, karena berdampak kepada kurangnya biaya transportasi anak mereka ke sekolah.

Di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), telah disediakan 8 bus angkutan sekolah untuk 8 kecamatan yang ada. Masing-masing kecamatan mendapat 1 bus. Tapi apa jadinya ketika bus sekolah tersebut tak menjemput anak sekolah?, maka sepanjang rute perjalanan bus tersebut semua siswa tak sekolah.

Solihin (45), Wali murid siswa, Warga Dusun Hijrah, Desa Mujahidin, Kecamatan Brang Ene, Senin (18/02), ketika dijumpai media ini, mengaku kecewa dengan pola kerja Bus Sekolah yang beroperasi di tempatnya. Bus sekolah yang seharusnya memberikan kemudahan bagi mereka untuk mengantar anak-anak ke sekolah, namun bus sekolah yang ada, biasanya tak menjemput, lalu berapa siswa yang gagal berangkat sekolah.

“Kami sudah merasa senang dengan kehadiran bus sekolah, karena dapat mengurangi biaya transportasi ke sekolah, dan memberikan rasa aman ke anak kami untuk sampai di Sekolah. Namun kadang bus sekolah tersebut biasanya tidak datang, ini sudah kesekian kalinya terjadi di sini, tidak tahu dengan Desa lain,” keluh Solihin

Ia juga menambahkan, kadang ketika berangkat pagi Bus Sekolah itu tak datang menjemput, tapi ketika pulang biasanya ada mengantar. Dan ini terjadi berulang-ulang.

“Serba salah, anak saya masih SMP, saya biarkan menggunakan motor, kami yang disalahkan pihak kepolisian karena usianya belum memiliki izin mengemudi. Berharap dengan pemerintah ya seperti ini, semau-maunya. Ketika kami antar jemput maka kami tidak ada waktu kerja, apalagi dengan kerja serabutan seperti kami ini,” ujarnya.

Dikonfirmasi media ini, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA), melalui Kepala Bagian Kepegawaian, Nasruddin, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut, dan mengakui bahwa Bus Sekolah untuk Brang Ene hari ini tak menjemput, karena ada kerusakan pada ban Bus.

“Sudah seminggu yang lalu Bus yang ke arah Brang Ene bannya bocor, dan kami tidak punya ban serep. Untuk mengganti ban tersebut kami belum ada anggaran perawatan. Apalagi untuk ganti ban, ada rekanan yang melakukannya nanti. Kami sudah surati terkait hal ini dan segera ditindak lanjuti,” terangnya.

Berkaitan dengan sering ngadatnya penjemputan siswa, ada pendapat yang berbeda dari Dinas terkait dengan laporan wali murid siswa. Menurut Nasruddin, baru hari ini saja para siswa itu tidak dijemput.

“Sepengetahuan kami Bus itu tidak menjemput baru kali ini saja, itu pun langsung ditindak lanjuti, dan dipastikan siang nanti sudah ada penjemputan,” tutup Nasruddin. (kdon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Brang Ene, KOBAR - Bencana yang terus menerus terjadi telah menjadi alarm alam untuk mengingatkan manusia akan…