Bupati Cari Opsi Hindari Mangkraknya Proyek Rumah Adat

Taliwang, KOBAR – Meskipun merasa pesimis bahwa pembangunan rumah adat bisa rampung sesuai jadwal kontraknya, namun Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM, masih merasa yakin bahwa pekerjaan itu bisa selesai sebelum penghujung tahun 2014.

Saat dikonfirmasi media ini, orang nomor satu di Bumi Pariri Lema Bariri itu mengatakan, saat ini sedang dipikirkan solusi atau langkah yang bisa dilakukan pemerintah, sehingga proses pekerjaan bisa terus berlanjut, sehingga sampai di penghujung tahun tahapan pekerjaan bisa selesai.

Diakui Kyai Zul sapaan akrab Bupati KSB, dirinya akan memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk meminta keterangan dan penjelasan soal langkah konkrit yang akan dilakukan, sehingga proses pembangunan rumah adat bisa dilanjutkan dan dapat rampung sebelum tutup tahun.

“Soal apa langkah yang akan dilakukan terkait dengan ancaman tidak bisa selesai pembangunan rumah adat harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan PPK, jadi saya akan segera memanggil PPK bersama dengan pejabat tekhnis proyek tersebut, jadi untuk saat ini belum bisa disampaikan bentuk sikap pemerintah,” ucapnya.

Diakui Kyai Zul juga ada beberapa desakan untuk segera dilakukan pemutusan kontrak atas proyek tersebut, sementara pemutusan kontrak bukan solusi untuk bisa merampungkan pekerjaan, justru akan memperlambat proses pekerjaan, karena untuk menunjuk rekanan harus melalui proses tender kembali, sementara limit waktu yang dimiliki saat ini kurang dari sebulan.

“Saya pernah diminta untuk mengambil tindakan tegas dengan melakukan pemutusan kontrak pekerjaan. Langkah itu memang bisa dilakukan kepada rekanan yang dianggap tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, tetapi harus diketahui juga apa yang menjadi penyebab keterlambatan pekerjaan, termasuk dampak lain jika harus mengambil keputusan pemutusan kontrak,” lanjutnya.

Soal opsi yang akan dilakukan pemerintah masih dipikirkan, namun yang pasti harus yang terbaik atau dengan target point, agar proyek rumah adat bisa beres, termasuk diakui bahwa ada ruang untuk melakukan addendum waktu pekerjaan, tetapi terlebih dahulu meminta komitmen rekanan untuk menuntaskan pekerjaan tersebut. “Kita lihat saja nanti apa yang menjadi keputusan terhadap proyek itu,” tandasnya.

Jika nanti diputuskan dengan pemberian waktu tambahan pekerjaan, maka perusahaan yang sedang melaksanakan pekerjaan bisa melanjutkan pekerjaan, tetapi waktu itu sendiri tidak bisa keluar dari tahun 2014, serta konsekuensi perusahaan akan diberikan sanksi sesuai dengan aturannya. “Sanksi keterlambatan sudah jelas aturannya,” bebernya.

Pada kesempatan itu Kyai Zul juga menyinggung soal proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang sedang berproses dan berharap bisa rampung sesuai kontrak pekerjaannya, termasuk pekerjaan peningkatan jalan Kabupaten, meskipun pekerjaan itu menggunakan sistem multiyears. “Memang ada beberapa pekerjaan besar yang belum rampung sampai di penghujung tahun ini,” tuturnya.

Pantauan langsung media ini di proyek rumah adat, progress terbaru bahwa di lokasi sudah ada sejumlah kayu yang akan dipergunakan untuk pembangunannya, namun jumlah yang ada belum signifikan atau baru rangkaian kecil dari rumah adat tersebut, karena informasinya, jumlah tiang utama dari rumah adat itu sendiri sebanyak 77 batang. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Berbagai persoalan yang muncul ditengarai sebagai alasan direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)…