Bintang Bano akan Dihibahkan

Taliwang, KOBAR – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) saat ini sedang menyusun draf untuk penetapan hibah terhadap bendungan bintang bano, agar bisa diserahkan kepada pemerintah pusat selaku pihak yang melanjutkan proses pembangunannya.

Kepala DPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Amir ST yang ditemui dalam ruang kerjanya rabu 5/11 mengaku, pelepasan hak atas bendungan bintang bano kepada pemerintah pusat menjadi salah satu langkah untuk mempercepat proses tender kelanjutan pekerjaan, karena sudah bisa dipastikan bahwa pekerjaan lanjutan di areal itu tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2015.

Untuk menetapkan keputusan hibah menjadi kewenangan DPRD KSB, sementara DPU hanya membuat usulan dalam bentuk draf. “Kami hanya menyusun draf keputusan untuk dibahas secara kelembagaan DPRD KSB. Harapannya dalam waktu dekat bisa segera rampung dan diserahkan kepada DPRD KSB untuk ditetapkan sebagai keputusan hibah,” tandas Amir.

Masih keterangan Amir, saat ini sedang dalam proses audit tekhnis terhadap seluruh item pekerjaan di lokasi bintang bano. Setelah audit itu selesai akan dilanjutkan dengan audit keuangan yang akan dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Perusahaan (BPKP). “Kami masih menunggu jadwal dari BPKP untuk dimulai melakukan pemeriksaan, karena hasil audit itu juga yang bakal dilampirkan,” ucap Amir.

Pada kesempatan itu Amir juga mengaku sudah mendapat kepastian bahwa pekerjaan lanjutan akan menggunakan APBN, dimana saat ini sudah ada salinan copi yang menetapkan pekerjaan bintang bano dengan nilai APBN sebesar Rp. 45 miliar. “Keputusan APBN sudah saya pegang dan tertera jelas angka Rp. 45 dengan nomeklatur pekerjaannya,” bebernya.

Disampaikan Amir, nilai Rp. 45 miliar yang tertera itu adalah tahap awal pembiayaan APBN, karena dalam estimasi untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pekerjaan akan menelan biaya kisaran Rp. 1,3 triliun. Dana besar itu menjadi tanggung jawab penuh pemerintah pusat, karena pemerintah KSB telah menghibahkan asset tersebut. “Berapapun nilai akhir dari pekerjaan penyelesaian bendungan bintang bano tetap menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, karena kita telah menyerahkan kewenangan dengan model hibah,” tegas Amir.

Menyinggung soal aktifitas di lokasi bintang bano, Amir mengaku saat ini masih ada beberapa pekerjaan yang sedang ditangani, karena hasil temuan tekhnis dalam proses audit itu sendiri harus dikerjakan. “Masih ada aktifitas pekerjaan di lokasi, terutama item yang dianggap belum rampung atau dibutuhkan perbaikan,” ungkapnya. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Polemik tentang pembelian mobil bus yang akan dipergunakan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)…