Belum Ada Jadwal Pengumuman Kelulusan CPNS

Taliwang, KOBAR – Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berjalan sesuai jadwal, namun pengumuman penetapan calon abdi negara yang akan mengantongi Nomor Induk Pegawai (NIP) masih menunggu keputusan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dari 3.770 orang yang menjadi calon peserta seleksi CPNS di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) saat itu yang mengikuti tahapan CAT sebanyak 3.608 orang atau ada 162 calon peserta yang tidak hadir. Sementara yang memenuhi passing grade atau berpeluang diangkat sebagai PNS sebanyak 879 orang.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan (BK Diklat), Abdul Malik Nurdin S.Sos, MSi yang dikonfirmasi melalui selularnya rabu 26/11 kemarin menegaskan, pengumuman kelulusan akan dilakukan secara serentak, jadi sampai saat ini untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) belum ada keputusan dari BKN selaku penanggung jawab dan pemilik kewenangan. “Belum ada jadwal pengumuman kelulusan,” ucap Malik Nurdin sapaannya.

Meskipun pengumuman belum ada, Malik Nurdin mengakui jika dari jumlah 114 yang menjadi kouta KSB bakal tidak terisi, lantaran ada beberapa formasi yang dibuka tanpa ada pelamar, termasuk ada formasi yang hanya diikuti satu orang dan yang ikut itu sendiri tidak masuk passing grade. “Kemungkinan ada formasi yang tidak terisi,” lanjut Malik Nurdin.

Masih keterangan Malik Nurdin, formasi yang tidak terisi itu sendiri mencapai 8 formasi, dimana ada 6 formasi tanpa ada pelamar dan 2 formasi pelamarnya cukup minim atau hanya satu orang, namun setelah mengikuti seleksi maka dipastikan ada 8 formasi yang bakal lowong. Formasi itu sendiri seperti, dokter spesialis, perawat anastesi, termasuk guru olahraga yang berprestasi nasional.

Pada kesempatan itu Malik Nurdin mengaku jika telah melakukan berbagai upaya agar formasi tetap terisi, termasuk dengan melayangkan surat resmi kepada pihak BKN, agar untuk formasi yang diikuti minim peserta atau pesertanya tidak memenuhi passing grade mendapatkan kebijaksanaan, namun permintaan itu ditolak pihak BKN. “Passing grade adalah kunci utama, jika tidak terpenuhi maka tidak boleh ditetapkan sebagai CPNS,” beber Malik Nurdin.

Meskipun ada formasi yang tidak bisa terisi, Malik Nurdin berharap ada solusi lain yang diberikan BKN atau setidaknya jumlah kelulusan tidak kurang dari kouta yaitu sebanyak 114 orang, karena memang KSB sampai saat ini masih mengalami kekurangan aparatur. “Kita hanya bisa menunggu sampai saat ini, namun yang pasti upaya sudah dilakukan,” tandasnya. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Masyarakat Kertasari mulai merasa resah dengan informasi bahwa perairan yang menjadi potensi budidaya rumput laut…