);

Banyak Titik Rawan di KSB Tidak Terpasang PJU

Taliwang, KOBAR – Semenjak Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terbentuk 15 tahun silam hingga hari ini, sejumlah ruas jalan di Kecamatan Brang Ene dan Kecamatan Brang Rea tidak terpasang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), padahal hilir mudik manusia dan barang pada malam hari di wilayah tersebut non stop saban hari.

Disamping banyak titik rawan yang belum terpasang PJU, sejumlah PJU yang telah terpasang pun di wilayah tersebut banyak yang mati dan belum diperbaiki sekian lama, membuat sejumlah pengendara roda dua dari arah kota Taliwang yang ingin menuju dua kecamatan itu atau sebaliknya banyak yang mengeluh dan takut. Kerena kondisinya menjadi gelap saat melintas pada malam hari.

Pengamatan media ini, ada puluhan PJU yang mati di sepanjang jalan dari Desa Manemeng menuju Desa Mujahidin, Kecamatan Brang Ene. Bahkan PJU di sepanjang jalan menuju Desa Mataiyang hingga kini belum ada. Padahal kendaraan proyek kerap lalu lalang di sepanjang jalan tersebut setiap harinya.

Baca Juga :  2015, Disparekraf Fokus Benahi Objek Wisata

Jamaludin (34), Warga Brang Ene, kepada awak media ini mengatakan, lampu penerangan jalan tersebut sudah lama mati dan jarang hidup. Ia berharap agar lampu yang mati tersebut segera diperbaiki. Sebab kondisi jalan yang gelap sangat membahayakan pengendara dan rawan terjadi tindak kriminal.

“Kami minta agar lampu penerangan jalan tersebut dinyalakan kembali, agar tidak ada kekhawatiran ketika melintas,” pintanya.

Hal yang sama juga nampak di jalur antara Kota Taliwang menuju Kecamatan Brang Rea. Di sepanjang jalur ini banyak juga PJU yang mati. Padahal, menurut warga, lampu PJU tersebut baru saja diadakan dan dipasang. Setidaknya, ada puluhan PJU yang mati di jalur ini.

Oni Sulastri (25), Warga Brang Rea, yang saban hari melintas di jalur antara Taliwang dan Brang Rea ini juga bernada sama dengan Jamaludin. Oni mengaku, selain membahayakan pengendara, matinya lampu PJU tersebut juga membuat jalan raya menjadi rawan terhadap tindak kriminalitas. Ditambah dengan kondisi jalan banyak yang berlubang.

Baca Juga :  SMPN 1 Taliwang Percaya Diri Bisa Terapkan Sistem Sekolah Sehari Penuh

“Banyak mas lampu yang mati, jadi terlihat gelap. Saya kan cewek, jadi merasa takut kalau pulang piket malam,” keluhnya.

Menanggapi pesoalan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum, Amrullah SAP, saat ditemui media ini mengaku, bahwa pihaknya telah menganggarkan anggaran sekitar Rp 4,3 Miliar untuk pergantian lampu baru dari Kecamatan Poto Tano hingga Sekongkang, termasuk juga Kecamatan Brang Ene dan Brang Rea.

“Kami sudah menganggarkan pengadaan lampu tahun ini. Pengadaan lampu baru khusus dalam kota Taliwang, dan penggantian lampu di sejumlah titik yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat,” beber Amrullah.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya telah menginventarisir jumlah PJU yang akan diganti di sejumlah titik yang ada di KSB. Pihaknya juga tidak menapik bahwa ada keluhan warga soal PJU mati di beberapa titik.

Baca Juga :  Orang Tua Mesti Waspada, Kasus Pencabulan Anak Kian Marak

“Kami akan ganti tahun ini lampu yang mati, sedangkan penambahan tahun ini cuma ada di sekitaran kota taliwang,” tukas Amrullah.

Amrullah menambahkan, bahwa fokus pihaknya tahun ini yaitu pembenahan penerangan di sekitar ibukota, seperti taman-taman rekreasi, jalur KTC dan lainnya, mengingat sebentar lagi KSB akan memperingati Harla-nya. (kdon)

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Akhir-akhir ini kasus pencabulan, pelecehan, dan kekerasan terhadap anak di bawah umur…