);

APBD Defisit, TKD dan Dana Aspirasi Dicoret?

Taliwang, KOBAR – Pendapatan tambahan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) berupa Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) bakal tidak bisa terbayarkan untuk saat ini, lantaran pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengalami defisit anggaran yang cukup besar, termasuk program yang masuk dalam aspirasi anggota DPRD KSB pun terancam dicoret dalam APBDP 2015.

Program kegiatan dalam bentuk proyek yang akan menelan anggaran besar dan belum ditenderkan juga bakal menjadi korban rasionalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2015, termasuk pembangunan gedung sayap DPRD KSB, bahkan sudah ada beberapa catatan program yang akan kena pemangkasan, namun belum bisa dipublis, lantaran belum masuk dalam pembahasan klinis.

Menyinggung soal rencana pemangkasan TKD, ketua komisi I DPRD KSB, Drs M Thamzil MM, yang dimintai komentar mengakui jika ada pembahasan awal diluar mekanisme formal tentang pendapatan tambahan itu dicoret, agar bisa melakukan penghematan anggaran atau setidaknya bisa menutupi defisit anggaran yang sedang dialami. “Belum ada penetapan bahwa TKD akan dihapus,” ucapnya kepada media ini kemarin.

Baca Juga :  Distribusi Buku Penunjang K-13 “Bermasalah”

Pada kesempatan itu Thamzil mengakui bahwa menghilangkan TKD merupakan salah satu opsi yang disampaikan pihak eksekutif, karena anggaran untuk membayar TKD cukup besar, hal itu yang menguatkan asumsi bahwa pendapatan tambahan itu akan hilang. “Kalaupun itu menjadi opsi terbaik dalam menyelamatkan anggaran daerah yang sedang mengalami defisit, bisa saja akan disetujui, namun bukan dihilangkan sama sekali,” timpalnya.

Disampaikan Thamzil, mungkin sampai akhir tahun ini, pemerintah tidak bisa melakukan pembayaran atas TKD dan yang tidak terbayarkan itu harus menjadi hutang yang akan dibayarkan pada tahun anggaran mendatang. “Saya tidak setuju kalau TKD dihilangkan, tetapi kalau ditunda pembayarannya atau akan dibayarkan sekaligus pada tahun 2016, maka saya akan setuju dengan opsi tersebut,” tandasnya.

Thamzil juga menyampaikan, bahwa pemangkasan TKD atau tidak bisa dilakukan pembayaran atas TKD untuk akhir tahun 2015 masih dalam wacana dan semoga itu tidak menjadi bagian dari alternatif dalam menyelamatkan APBD yang sedang defisit.

Baca Juga :  Dokter Spesialis Jiwa Telah Tersedia di RSUD KSB

Thamzil menolak, jika program yang masuk dalam aspirasi akan dicoret, termasuk beberapa proyek yang telah ditetapkan, karena bisa jadi proyek yang belum ditender dan ingin dicoret itu termasuk kebutuhan masyarakat. Sehingga diharapkan ada kesepahaman bersama antara legislatif dan eksekutif bahwa program yang tidak bisa dikerjakan menjadi program prioritas untuk tahun berikutnya. “Saya harap tidak ada program yang dihapus, tetapi ada rasionalisasi atau pemindahan waktu pelaksanaan program,” tuturnya. (kimt)

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

One thought on “APBD Defisit, TKD dan Dana Aspirasi Dicoret?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“Kusmayadi Kembali PNS” Taliwang, KOBAR - Bakal calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)…