Angka Perceraian di KSB Meningkat

Taliwang, KOBAR  – Angka perceraian di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hingga jelang akhir tahun ini tercatat meningkat. Menurut data yang dirilis Kantor Pengadilan Agama (PA) Taliwang, dalam kurun waktu Januari hingga Nopember 2018, tercatat ada 500 kasus perceraian yang terdaftar. Kesemuanya tersebar di seluruh kecamatan di KSB.

“Kasus perceraian didominasi oleh pasangan yang melakukan perselingkuhan, KDRT dan persoalan lain dalam rumah tangga,” beber Muhammad Saleh SH, Wakil Panitera PA Taliwang, kepada media ini.

Saleh menerangkan, pada bulan Oktober hingga Nopember saja, perkara yang diterima pihaknya, mencapai 308 perkara. Dan khusus cerai gugat, harta warisan, poligami, dan hak asuh anak, tercatat sebanyak 309 perkara yang masuk dalam perkara kontensius atau perkara dua pihak yang bersengketa.

“Perkara yang diputuskan oleh hakim pada bulan Oktober silam sebanyak 327 perkara kontensius,” ungkapnya.

Perkara polonter atau perkara satu pihak, tambah Saleh, hingga 15 Nopember, ada 112 perkara. Adapun yang telah diputuskan sebanyak 79 perkara per Oktober 2018.

“Angka perceraian tahun ini terbilang meningkat dari tahun sebelumnya, yang hanya 495 perkara. Ada saja pasangan yang meminta bercerai setiap bulannya. Adapun rentang usia pasangan yang berperkara yaitu usia 16 tahun sampai 80 tahun,” terangnya.

Menurutnya, kasus perceraian ini dipengaruhi berbagai faktor penyebab, diantaranya, zina, mabuk, judi, hukum penjara, poligami, KDRT, cacat badan, bertengkar, perselisihan, kawin paksa dan faktor ekonomi.

“Semoga tahun depan, angka perceraian di KSB bisa menurun. Bagaimanapun, kita prihatin dengan kondisi ini,” tutup Muhammad Saleh. (kdon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten…