Aktifitas Crusher Menjamur, Camat Mengaku Belum Tahu

“Perusahaan Penambang Diduga Dibekingi Oknum Pejabat”

Brang Ene, KOBAR – Deklarasi Brang Ene sebagai wilayah Asri yang dicanangkan otoritas wilayah setempat, nampaknya terancam terhalang dengan maraknya penambangan galian C di wilayah itu. Proyek yang diketahui belum mendapat restu dari penguasa kecamatan itu tumbuh subur tak terbendung. Hal ini semakin menguat, ketika masyarakat di wilayah itu pun khawatir dengan keberadaan Crusher di Desa Lampok yang terus menuai kontroversi.

Sebelumnya, media ini mengabarkan tentang keresahan masyarakat Desa Lampok dan sekitarnya akan keberadaan Crusher di sepadan jalan yang dilalui masyarakat. Masyarakat menilai, proyek ini terkesan mengabaikan seluruh keluhan mereka, dengan semakin menambah jumlah alat berat untuk mengeruk sungai serta jalan. Masyarakat merasa aktifitas proyek itu menggangu kesehatan dan keamanan berkendara saat melewati lokasi proyek.

Kepala Wilayah Kecamatan Brang Ene, Ahmad Ilung S.IP, yang ditemui media ini mengaku, sampai saat ini pihaknya belum memberikan izin apapun terkait operasional seluruh proyek galian C di wilayah itu. Hal ini dilakukan mengingat belum diketahuinya secara pasti keabsahan izin yang diterbitkan instansi terkait dan analisis dampak lingkungan (Amdal) yang akan timbul nantinya.

“Yang jelas kami belum pernah memberikan izin sebelum kajian amdalnya jelas,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, pihak kecamatan tidak pernah diikutsertakan dalam pembahasan seluruh perizinan proyek yang ada. Pemerintah kecamatan terkesan hanya dijadikan pelengkap administrasi kepengurusan berbagai jenis izin dari instansi terkait. Padahal menurutnya, kewenangan pihak kecamatan dalam menentukan perizinan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 43 tahun 2013 tentang kewenangan penerbitan izin seluruh aktifitas di wilayah kecamatan.

“Aturannya sudah jelas, tapi seolah kami tak memiliki ruang,” tukasnya.

Saat ini terdapat proyek lain selain crusher yang disinyalir ilegal dan melanggar ketentuan, dengan melakukan perambahan hutan lindung di Desa Lampok. Proyek ini pun menurut Ilung diketahui, setelah menerima informasi dari salah seorang Kepala Desa di wilayah tersebut.

“Memang kami baru menerima laporan dari seorang kepala Desa bahwa ada proyek di Desa Lampok yang diduga masuk dalam bagian hutan lindung. Kegiatannya sudah dimulai beberapa minggu yang lalu,” terangnya.

Sejauh ini, pemerintah kecamatan belum bisa memberikan informasi mendetail terkait seluruh aktifitas proyek yang terkesan dibekingi oknum pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat tersebut.

“Kami tidak dapat memberikan informasi secara mendalam karena harus mengkroscek ke lapangan,” pungkas Camat Brang Ene. (krom)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

One thought on “Aktifitas Crusher Menjamur, Camat Mengaku Belum Tahu

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Buruknya pelayanan Penerangan Jalan Umum (PJU) kembali menjadi sorotan seluruh lapisan masyarakat.  Penerangan…