Air Mancur Tugu Syukur Jadi Sorotan Publik

“Kinerja Dinas Pekerjaan Umum Disoal”

Taliwang, KOBAR – Ternyata benar yang dikatakan sejumlah pihak jika renovasi Tugu Syukur di kompleks Kemutar Telu Center (KTC) belum rampung. Pasalnya, setiap ada kegiatan yang dihelat pemerintah daerah, lampu dan air mancur di tugu seluruhnya tak berfungsi. Padahal konon katanya, air mancur yang dibangun dan menyatu dengan tugu tersebut adalah salah satu air mancur tercantik di Indonesia. Menyamai air mancur yang ada di Grand Indonesia dan Air Mancur Monas di Jakarta, Air Mancur Petronas, dan Air mancur Catur Muka Denpasar. Air mancur tersebut didukung oleh 480 pcs lampu, 41 pompa, 4 unit sound system, dan perangkat pendukung lainnya. Sehingga air mancur mampu beratraksi menyemburkan pancuran air dengan variasi gerakan yang unik, dihiasi dengan cahaya lampu, dan iringan musik. Jika sudah rampung, air mancur tersebut akan hidup pada malam hari mulai pukul 20.30 hingga pukul 23.00 Wita. Tapi apa lacur, hingga kini air mancur di tugu syukur tak juga menari.

Asisten II, Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa Barat, H Masyhur Yusuf ST, mengatakan renovasi tugu Syukur beberapa waktu lalu memang tidak dapat dilanjutkan karena ahli perancang pencahayaan lampu tugu berada di luar negeri.

“Saat itu perencanaan tugu Syukur memang tidak direnovasi secara total. Renovasi hanya dilakukan pada tubuh bagian bawah tugu dan penataan air mancur saja. Dalam perencanaannya, air mancur akan dipadukan dengan pencahayaan lampu, dan semuanya diatur mengunakan alat khusus,” ungkapnya.

Saat ini, kata Masyhur, pemerintah tetap mendesak Forum Perusahaan Peduli Sumbawa Barat (FP2SB) sebagai pihak yang bertanggungjawab untuk menyelesaikan renovasi Tugu Syukur tersebut.  Pihaknya juga akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk meminta klarifikasi sebagai intansi yang diminta oleh Bupati saat itu, dalam mengawal maupun memantau pengerjaannya.

“Yang jelas kita akan panggil. Kita tidak mau proyek tersebut menjadi sorotan terus. Apalagi, yang direnovasi itu adalah aset milik daerah,” cetusnya.

Untuk diketahui, renovasi Tugu Syukur merupakan bantuan hibah yang pendanaannya telah disepakati ditanggung oleh Forum Perusahaan Peduli Sumbawa Barat (FP2SB). Artinya semua anggaran yang dibutuhkan ditanggung sepenuhnya oleh forum. Meski demikian, hingga hampir dua tahun ini renovasi tugu itu belum juga rampung. Waktu yang cukup lama untuk menunggu masa penyelesaiannya. (kjon/ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun ke Sumbawa Barat terus meningkat, khususnya ke gugusan pulau…