);
09/12/2019

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Sumbawa Barat Darurat Narkoba, Para Tokoh Serukan Perang

“Kinerja BNN KSB Disorot”

Taliwang, KOBAR – Ancaman narkoba di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak main-main lagi. Data yang dibuka Badan Narkotika Nasional (BNN) KSB baru-baru ini, membuat semua mata terbelalak. Bagaimana tidak, para bandar narkoba telah menyasar anak-anak usia sekolah. Dari Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi. Apalagi grafik pengguna narkoba tahun ini ternyata didominasi pelajar SMP dan SMA. Hal itu, membuat sejumlah tokoh di KSB angkat suara, dan serukan perang.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) KSB, Aliatullah SH, kepada media ini, Minggu, (8/12), mengatakan, bahwa masalah narkoba yang telah menyasar anak-anak, benar-benar masalah serius. Jika data BNN menunjukkan demikian, tidak mustahil dan patut diduga bahwa sesungguhnya yang terpapar narkoba lebih banyak lagi daripada yang ditemukan. Sosialisasi sesering apapun ternyata tidak benar-benar membuat mereka takut dan menjauhi narkoba.

Aliatullah, SH.

“Anak-anak pengguna narkoba itu pasti ada alasan dan sebabnya. Sehingga perlu keterlibatan semua pihak untuk membentengi mereka dari narkoba, serta mencari tahu ada apa dan siapa di balik semua ini,” kata Alia.

Sambung Alia, ada beberapa hal yang mesti dilakukan; Pertama, guru BK setiap sekolah dilatih dan disiapkan sebagai konselor dan hipnoterapi. Sehingga guru BK bisa menjadi tempat curhat yang tepat anak muridnya, dan agar alasan kenapa mereka terpapar narkoba bisa terungkap lebih terang. Kedua, BNN harus rutin dan secara berkala melakukan tes urine di sekolah-sekolah. Tidak ada tolerasi bagi mereka yang telah memakai narkoba, mereka harus segera direhabilitasi hingga sembuh. Ketiga, peran dan perhatian para orang tua adalah kunci utama. Para orang tua mesti diedukasi untuk mengenal ciri-ciri anak yang telah terpapar narkoba.

Baca Juga :  Khawatir Produksi Terus Merosot, Petani Rumput Laut Kertasari Desak Pemerintah Turun Tangan

“Kami siap bersinergi dengan BNN dan pihak sekolah, kapan pun kami dibutuhkan. Kita tidak ingin generasi emas kita hancur gara-gara narkoba,” tukasnya.

Di lain pihak, Agus Irawan Syahmi, Sekretaris Dewan Pendidikan KSB, kepada media ini, menyatakan, bahwa BNN seharusnya dari dulu menjadi garda terdepan pemberantasan narkoba. Padahal sudah diketahui sejak lama bahwa ada peredaran narkoba di KSB. Ada korban, ada siswa yang terpapar, dan sudah cukup data itu. Untuk itu, gerakan selanjutnya yaitu gerakan pemberantasan. Dan BNN punya kewajiban berkoordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah, untuk mengambil langkah serius dari hasil data mereka itu. Dan bisa juga melibatkan TNI, sebab narkoba ini sifatnya adalah kriminal yang luar biasa.

Agus Irawan Syahmi

“Tapi saya ragu dengan data BNN itu. Sebab, mestinya itu ditelusuri siapa pengedarnya, siapa gembongnya. Jelas-jelas dari dulu data dan fakta narkoba telah menyasar pelajar itu sudah ada kok. Kalau tugas BNN hanya melaporkan ke media massa, dan menyatakan angka pengguna narkoba meningkat, sepatutnya ndak usah ada BNN itu, bubarkan saja!,” ucap Ais, sapaannya.

Baca Juga :  Sejumlah Subkont Newmont Rumahkan Karyawan

Adanya BNN, lanjut Ais, bukannya membuat pengguna narkoba berkurang, tapi justru malah bertambah. Untuk itu, patut dipertanyakan gol dari tugas dan fungsi BNN itu apa.

“Kalau ada indikasi BNN minta uang ke Pemda untuk kegiatan BNN, saran saya jangan dikasih, karena tidak ada manfaatnya. Lebih baik Pemda langsung yang pimpin gerakan berantas narkoba bersama Polri, TNI dan masyarakat. Kita perang sudah, bikin gerakan bersama,” tandasnya.

Senada dengan Ais, H Amir Ma’ruf Husein SPdI MM, mantan Wakil Ketua DPRD KSB, yang kini menjadi Wakil Rektor I Universitas Cordova, pun ikut bersuara. Ia terheran-heran, jika memang benar data yang rilis BNN itu terjadi, maka dirinya bertanya, apa kerja Polres KSB dan BNN selama ini?, dan apa kerja kepala sekolah dan guru-guru mereka?.

H. Amir Ma’ruf Husein, S.PdI., MM.

“Masyarakat KSB sudah banyak yang teriak di medsos, bahwa narkoba di KSB sudah sangat parah. Saya pun sepakat. Saya pun ikut teriak, KSB darurat narkoba!,” ujarnya.

Di sisi lain, Novrizal Zainsyah SE, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Pemukiman (DPUPRPP) KSB, melalui media ini, meminta BNN KSB untuk memeriksa seluruh pegawai yang ada di dinasnya, tanpa terkecuali.

“Tahun kemarin kita sudah lakukan tes urine oleh BNN, bahkan semua pegawai yang ada sudah dites, dan hasilnya negatif,” bebernya.

Baca Juga :  DPT Pilkada KSB Bertambah
Novrizal Zainsyah, SE.

Namun, sambung Novrizal, dari tahun ke tahun perilaku seseorang bisa saja berubah. Dari yang tidak pernah menggunakan narkoba, bisa saja mereka menjadi pengguna. Untuk itu, perlu ada tes urine secara berkala.

“Ayo BNN, kami siap kapanpun!. Ayo ke PU, saya akan kumpulkan semua pegawai yang ada, kapanpun diminta,” tantang Novrizal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB, melalui Sekretaris Dinas, Hj Erna Idawati SE, ketika ditemui media ini, menerangkan, bahwa pihaknya telah menerima penawaran BNN KSB, untuk pengadaan strip tes sebanyak 2.500 buah, guna membantu pekerjaan mereka. Dan hal itu sudah diwujudkan.

Hj. Erna Idawati, SE.

“Tahun ini, kami sediakan strip tes sebanyak 2.060 buah, guna membantu BNN mencegah penyalagunaan narkoba. Namun, pihak BNN baru menggunakan 300 strip tes saja. Itu pun digunakan pada dua instansi, yakni, Dinkes dan Dikpora. Bagaimanapun, ketika BNN butuh, maka kami siap berikan. Dan tahun depan juga disediakan,” tutur Erna Idawati.

Ia juga menjelaskan, bahwa strip tes tersebut ada masa kadaluarsanya. Dan yang tersedia sekarang, masa kadaluarsanya tahun 2021.

“Untuk tahun depan juga kita adakan. Tapi kita belum tahu berapa jumlahnya, sebab yang ada ini harus dihabiskan terlebih dahulu,” tutupnya. (kdon)

Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar