);
17/09/2014

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Kekeringan Mulai Landa KSB

Taliwang, KOBAR – Kekeringan sudah mulai melanda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terutama di wilayah kecamatan Poto Tano. Akibatnya, masyarakat mengalami gagal panen jagung dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Informasi awal yang diterima media ini, akibat tidak ada air dan lahan kering, apalagi daerah itu masuk kategori tadah hujan, ada sekitar 174 hektar lahan jagung yang telah ditanami tidak akan bisa dipanen, bahkan masyarakat sudah memotongnya. Langkah masyarakat itu agar tidak mengalami kerugian lebih besar.

Kerugian yang dialami masyarakat itu telah disampaikan kepada pemerintah melalui Kepala Desa (kades) masing-masing dengan harapan mendapat bantuan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, dimana saat ini sudah masuk kategori kelangkaan air bersih. “Saya sudah mendapat laporan dari kades soal kekeringan yang terjadi wilayah Poto Tano,” ucap kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Drs Tholib Abdullah.

Baca Juga :  Kasus Penyakit Malaria Meningkat

Diakui Tholib jika saat ini Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masuk kategori fase kemarau panjang, sehingga pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Dushutbuntan) untuk mendapatkan data pertanian, termasuk kawasan yang sudah merasakan kekeringan, agar bisa menjadi bahan laporan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Masih keterangan Aby sapaan akrabnya, sebelum mengambil langkah dalam menangani fase kemarau panjang yang berujung pada kekeringan, pihaknya akan meminta kepada Bupati KSB untuk mengeluarkan surat penetapan tanggap darurat bencana kekeringan. Surat itu menjadi acuan BPBD untuk mengambil langkah, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan air bersih untuk beberapa wilayah yang terdata kesulitan mendapatkan air bersih.

Baca Juga :  Pemerintah Pasti Sosialisasikan Rencana Operasi Pasar Modern

Dibeberkan Aby, BNPB memiliki Dana Siap Pakai (DSP) yang bisa diusulkan penggunaannya, namun usulan itu harus mendasar, termasuk harus ada surat keputusan dari pimpinan daerah tentang diperlukana tanggap darurat. Melihat kondisi realitas maka dipandang perlu ditetapkan tanggap darurat.

“Setelah ada surat keputusan Bupati tentang tanggap darurat bencana kekeringan, kami dari BPBD akan langsung bereaksi, apalagi BPBD KSB memiliki anggaran untuk pemenuhan air bersih selama 15 hari seperti yang pernah dilakukan beberapa tahun sebelumnya,” lanjut Aby. (kimt)

Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar