);
29/02/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Dewan Ragukan Keseriusan Newmont Bangun Smelter

Taliwang, KOBAR – Uang jaminan pembangunan perusahaan pengolahan hasil tambang (Smelter) yang akan diserahkan PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) kepada pemerintah pusat tidak bisa dijadikan jaminan utuh bahwa perusahaan asal paman sam itu serius, karena bisa jadi itu hanya upaya untuk bisa melakukan ekspor.

Keraguan yang disampaikan wakil ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Fud Syaifuddin ST itu sangat beralasan, dimana sampai saat ini belum ada penetapan lokasi pembangunan perusahaan smelter, sementara batas waktu yang ditetapkan 3 tahun kedepan. “Saya masih ragu atas keseriusan Newmont dan Freeport untuk membangun smelter,” tegas Fud melalui selularnya selasa 9/9 kemarin.

Baca Juga :  Dinas Pariwisata Diminta Fokus Urus Obyek Wisata di Sumbawa Barat

Menurut Fud, pembahasan penting dalam keseriusan pembangunan smelter bukan sekedar memberikan uang jaminan, tetapi bentuk komitmen juga harus tertuang, karena bisa jadi perusahaan meninggalkan daerah operasi setelah waktu penetapan pembangunan smelter. “Bisa saja dengan waktu yang diberikan langsung melakukan eksport besar-besaran dan di penghujung waktu pembangunan smelter mereka sudah tidak mau beroperasi kembali,” tuding Fud.

Fud mengakui jika pembahasan terkait Newmont dan Freport adalah kewenangan pemerintah pusat, sehingga upaya yang bisa dilakukana pemerintah daerah dan DPRD KSB melakukan pengawasan, termasuk melakukan pemantauan progress pembangunan smelter, karena setiap tahun harus ada progress.

Baca Juga :  DPD PAN KSB Bantah Sudah Berkoalisi

Pada kesempatan itu Fud juga mengingatkan Bupati KSB, terlebih Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) untuk memanfaatkan momentun pengoperasian kembali PT. NNT, terutama dalam membuka kesempatan kerja. “Ini kesempatan melaksanakan secara maksimal Peraturan Bupati (Perbup) nomor 9 tentang tenaga kerja, dimana subkontraktor wajib membuka peluang untuk 60 persen tenaga kerja lokal,” tandas Fud.

Fud juga meminta partisipasi langsung Newmont sebagai owner untuk menolak atau tidak memberikan pekerjaan kepada perusahaan yang tidak melaksanakan Perbup nomor 9. Hal itu sebagai bentuk partisipasi dan dukungan dalam meminimalisir tingkat pengangguran. “Saya harap newmont ikut serta melaksanakan perbup tersebut,” harap Fud. (kimt)

Baca Juga :  Bupati Limpahkan Sebagian Wewenangnya Ke Camat
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar