);
05/12/2019

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

100 Persen Sampel Urine Siswa Suatu SMP di KSB Positif Narkoba

“Grafik Pengguna Narkoba Didominasi Pelajar SMP dan SMA”

Taliwang, KOBAR – Peredaran narkoba di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) semakin memprihatinkan. Dalam konferensi pers yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) KSB, Kamis, (5/12), terungkap, bahwa berdasarkan pendidikan, pengguna narkoba di KSB didominasi pelajar SMP dan SMA. Dari 44 orang yang dijaring BNN tahun ini, 31 orang adalah siswa SMA, dan 9 orang siswa SMP. Bahkan ada satu peristiwa, dimana ketika BNN mengambil sampel urine beberapa siswa suatu SMP, ternyata 100 persen sampel yang diambil dinyatakan positif narkoba.

“Berdasarkan pendidikan dari 44 orang yang menjadi klien kami tahun ini, pelajar SMA 31 orang, SMP 9 orang, dan Sarjana 1 orang. Berdasarkan jenis zat yang dikonsumsi, shabu menduduki peringkat tertinggi,” beber, AKBP Chappy Ahmad Hidayat SAg, Kepala BNN KSB, kepada awak media.

Baca Juga :  Pemerintah Bayar TKD Untuk Tiga Bulan

Ia melanjutkan, bahwa berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, angka penyalagunaan narkoba di KSB meningkat tajam. Dari 33 klien pada tahun 2018, meningkat menjadi 44 klien pada tahun 2019.

“Bahkan ada kejadian. Dari beberapa sekolah SMP yang ada di KSB, ada satu sekolah yang coba kita ambil sample untuk dites urine siswanya. Ternyata, semua sampel urine siswa yang dites, positif menggunakan narkoba. Dan sebelum siswa tersebut dites, mereka sudah mengaku sendiri telah mengkonsumsi barang haram jenis shabu,” tutur Chappy.

Modus para pengedar narkoba, sambungnya, adalah awalnya dengan cara memberikan barang dagangan mereka kepada pengguna pemula secara gratis, terutama kepada kalangan pelajar. Sehingga kedua dan ketiga kalinya, para pelajar itu berusaha membeli sendiri dengan cara urunan.

Baca Juga :  DPD PAN KSB Bantah Sudah Berkoalisi

“Awalnya siswa hanya sekedar ditawarkan secara gratis oleh pengedar barang haram itu. Karena rasa penasaran dan ketagihan siswa terhadap shabu, maka mereka membeli shabu secara urunan dengan teman-temannya,” pungkas Kepala BNN KSB.

Sementara itu, menyikapi semakin masifnya peredaran narkoba di KSB, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), melalui Sekretaris Dinas, Erna Idawati SE, kepada media ini, mengaku, bahwa pihaknya telah berupaya membantu pihak BNN KSB dalam proses pencegahan penyalagunaan narkoba, dengan cara menyediakan strip tes (alat tes urine).

“Kami telah sediakan strip tes sebanyak 2.060 untuk tahun ini, guna mencegah penyalagunaan narkoba. Namun, pihak BNN baru menggunakan 300 strip tes saja. Kesemuanya digunakan pada dua SKPD, yakni, Dinkes dan Dikpora. Bagaimanapun, ketika BNN butuh, kami siap berikan. Dan tahun depan juga akan kembali disediakan,” demikian Erna Idawati. (kras/krya)

Baca Juga :  DPC Hanura Tunggu PO Partai
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar