Minat Petani Tanam Kedelai Rendah

Minat petani menanam kedelai di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dilaporkan masih sangat rendah, yang tercermin dari terus tidak terealisasinya target tanam dan produksi komoditas itu, seperti yang telah dipatok Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP) KSB. Hal inilah yang membuat kebutuhan masyarakat atas pangan ini terpaksa dipasok dari luar daerah. Bahkan karena hampir merata seluruh daerah di Indonesia mengalami hal yang sama, mau tidak mau, kran impor untuk kedelai terpaksa dibuka. Keengganan petani menanam kedelai patut dipertanyakan. Apakah karena kurangnya informasi dan penyuluhan yang diterima petani tentang tata cara menanam kedelai yang baik, sehingga membuat mereka gulung tikar?. Atau memang komoditas ini tidak menjanjikan untuk dipasarkan, sehingga membuat petani malas untuk menanamnya?. Saking ngebetnya pemerintah untuk mendongkrak minat petani, hampir setiap tahun instansi terkait di daerah tetap mengucurkan bantuan stimulus kepada para petani agar mau menanam tanaman ini. Tahun ini saja, karena minimnya minat petani untuk menanam kedelai, terpaksa bantuan untuk bibit kedelai diuangkan. Lantas sampai kapan fenomena ini akan berlanjut?. Apakah kita akan tetap mau menikmati kedelai impor?. Padahal kita selalu saja mengeluh harga kedelai naik, ketika mata uang rupiah ditekan dollar. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dilaporkan bertambah dari tahun ke…