Trauma Healing Penting!

Bencana alam tidak hanya mengakibatkan masyarakat yang menjadi korban kesulitan mendapatkan pangan, melainkan juga akan menimbulkan efek traumatik bagi masyarakat yang terkena musibah tersebut. Belum lagi suasana kehidupan yang serba darurat, terutama di tempat-tempat pengungsian membuat para korban tertekan dan mengalami kondisi depresi maupun faktor psikologis lainnya. Sehingga para korban, tidak hanya membutuhkan bantuan air bersih, makanan, tenda, maupun selimut, tetapi juga butuh penyembuhan dari trauma (trauma healing). Hal itu sangat perlu dilakukan, karena seluruh warga yang hingga kini masih berada di kemah-kemah pengungsian trauma untuk kembali ke rumah. Mereka masih sangat trauma melihat dalam rumah mereka sendiri. Bahkan untuk makan saja, mereka ada yang tidak sanggup karena kondisi psikologis. Gangguan psikologis ini tidak hanya menimpa anak-anak, orang dewasa pun tak luput. Trauma ini menurut Liza M Djaprie, seorang psikolog klinis, sebenarnya hal yang wajar dan masuk dalam gangguan stres pascatrauma (PTSD), karena terjadi setelah seseorang mengalami kejadian traumatik. Namun ada beberapa gejala yang bisa menyertainya, seperti deg-degan, keringat dingin, serta panik luar biasa ketika mengingat kejadian traumatik tersebut. Dan biasanya berlangsung sekitar enam bulan sampai satu tahun. Namun menurutnya, jika trauma tersebut tidak kunjung menghilang atau mereda lebih dari jangka waktu tersebut, maka ini baru bisa dikatakan bermasalah, karena kondisi tersebut bisa berubah menjadi gangguan depresi, gangguan kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya. Gangguan trauma pascabencana memiliki derajat gangguan yang berbeda-beda, mulai dari gangguan ringan hingga gangguan berat. Waspadai jika ada anggota keluarga, saudara, teman atau orang-orang terdekat kita yang mengalami gejala-gejala di atas. Segeralah berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang akan dilakukan oleh dokter meliputi psikoterapi, terapi relaksasi, dan obat-obatan jika diperlukan. Dukungan keluarga dan dukungan sosial sangat membantu untuk mencegah dan memperbaiki gejala yang dialami oleh orang-orang dengan gangguan trauma pascabencana. Oleh karena itu, jika ada orang-orang terdekat kita yang mengalami gejala tersebut, berikan dukungan dan rasa aman kepada mereka agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Gempa hebat dan beruntun yang menghantam Nusa Tenggara Barat (NTB) lima minggu berturut-turut, dampaknya tidak…