Adipura Hanya Jadi Dambaan?

4 tahun silam, Piala Adipura sempat jadi dambaan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), khususnya Kota Taliwang, sebagai ibukota Kabupaten. Kala itu, Pemerintah setempat jor-joran mengkampanyekan visi misi mereka kepada masyarakat agar piala adipura dapat diraih. Apa lacur, hingga kini piala adipura tak kunjung didapat, yang tersisa tinggal alat peraga kampanye yang masih berdiri, meski telah usang dimakan usia. Pada tahun 2017, asa untuk dapat merebut piala adipura kembali digaungkan. Bupati menargetkan adipura bisa didapat pada tahun 2020. Tapi hingga hari ini, menurut pantauan sejumlah pihak, belum terlihat ada langkah berarti yang dilakukan Pemerintah Daerah bersama masyarakat untuk mewujudkan impian itu. Mungkin bagi sebagian orang, penghargaan itu tidak terlalu berarti dan tidaklah istimewa. Padahal isu lingkungan merupakan isu krusial hari ini dan kedepan. Sehingga barang siapa yang telah menyabet piala adipura, minimal daerah itu dinilai telah berhasil mengelola persoalan lingkungan di daerahnya secara berkelanjutan. Ada dua aspek utama yang menjadi dasar penilaian Adipura, meliputi; Kondisi fisik, yaitu kebersihan dan keteduhan lingkungan perkotaan. Kondisi non fisik, yaitu mengenai institusi, manajemen, dan daya tanggap dalam mengelola lingkungan perkotaan. Karena indikator yang dijadikan bahan penilaian tergolong berat, membuat penghargaan itu menjadi sangat prestisius. Lantas apakah adipura selamanya hanya akan menjadi dambaan? Tentu kita tidak mau. Mari bergerak untuk Adipura 2020! **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Jelang usia 15 tahun, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya akan miliki kantor Kejaksaan…