TNI Ikut Perangi Narkoba

Taliwang, KOBAR – Kejahatan narkoba saat ini sudah bersifat lintas negara dan terorganisir, sehingga telah menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius dan mendesak. Permasalahan narkoba bukan hanya tertuju pada peredaran, melainkan sudah masuk pada Proxy War. Daya rusak yang diakibatkan oleh narkoba sangat luar biasa, bukan hanya merusak fisik dan kesehatan, namun juga merusak karakter manusia, serta dalam jangka panjang dapat berpotensi besar mengganggu daya saing dan kemajuan bangsa. Untuk itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) tak mau tinggal diam. Bersama BNN dan Polri, TNI ikut perangi narkoba.

“Narkoba adalah ancaman nyata yang harus kita hadapi bersama. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba sangat berbahaya, bahkan bisa menelan korban jiwa. Pengguna narkoba tidak saja melibatkan orang dewasa, tapi juga kalangan anak muda dan bahkan merambah anak-anak. Kalau anak-anak sudah ketergantungan narkoba, bagaimana nasib bangsa dan negara ke depan?,” kata Letkol Czi Eddy Oswaronto ST, Dandim 1628/Sumbawa Barat. Didampingi Danramil 1628-01/Taliwang, Kapten Inf Nawari, di hadapan Siswa/siswi angkatan baru SMAN 1 Taliwang, saat memberikan wawasan kebangsaan, pekan kemarin.

Menurut Dandim, Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Boleh jadi karena generasi muda bangsa Indonesia sangat potensial, sehinggga memungkinkan bangsa ini terus diincar untuk dijadikan sasaran empuk. Incaran bandar narkoba Internasional merupakan bahaya keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf, sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih.

“Mengingat betapa penting dan strategisnya generasi muda sebagai penerus harapan bangsa, maka harus dijaga dari barang-barang yang merusak. Karena sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun,” imbuh Letkol Eddy.

Ia menambahkan, bagaimanapun harus diakui, bahwa saat ini salah satu persoalan besar yang tengah dihadapi bangsa Indonesia, dan juga bangsa-bangsa lainnya di dunia adalah seputar maraknya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya, yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Saat ini, jutaan orang telah terjerumus ke dalam ‘lembah hitam’ narkoba. Dan ribuan nyawa telah melayang karena jeratan ‘lingkaran setan’ bernama narkoba. Telah banyak keluarga yang hancur karenanya. Tidak sedikit pula generasi muda yang kehilangan masa depan karena perangkap ‘makhluk’ yang disebut narkoba ini.

“Jadi Saya ingatkan anak-anakku sekalian, jangan sekali-kali kalian mencoba-coba menggunakan narkoba. Karena narkoba tidak pandang bulu. Siapa saja yang mencobanya, pasti akan terjerat, dan akan sulit terlepas dari jeratannya. Jika sudah begitu, masa depan kalian menjadi suram,” tutup Dandim 1628/Sumbawa Barat. (kdon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Brang Ene, KOBAR - Akibat Kendaraan pengangkut material milik perusahaan PT Bunga Raya Lestari (PTBRL) yang…