Apakah Perda KTR Efektif?

Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), membuahkan penghargaan “Pastika Parahita” dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Oleh Kemenkes, kebijakan itu dinilai  sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan serta pengendalian dampak tembakau kepada masyarakat. Meski begitu, sebagian pihak menilai penerapan Perda tersebut justru masih lemah dan tidak berdampak apa-apa. Tingkat kepatuhan terhadap pemberlakuannya dianggap belum optimal. Bagaimana tidak, sudah menjadi pemandangan biasa, di tempat umum, area perkantoran, sekolah, tempat ibadah, sarana transportasi, hingga sarana kesehatan, bahkan di ruang rapat sekali pun, masih banyak yang terlihat merokok tanpa ada perasaan sungkan sedikitpun. Tak terkecuali, masih banyak juga PNS yang ditemukan melanggar. Bahkan di beberapa ruangan gedung DPRD pun, ada yang dengan leluasanya merokok tanpa mau tahu adanya Perda tersebut. Jika Pemerintah Daerah mau serius menerapkan Perda itu, seharusnya di seluruh area KTR dilarang untuk memasang segala jenis promosi (iklan) mengenai rokok, termasuk penjualannya di kantin-kantin perkantoran. Para Sales Promotion Girls (SPG) pun seharusnya tidak boleh bebas berkeliaran di area KTR. Maka untuk memperjelas isi Perda tersebut, seyogyanya, jika Pemda mengkampanyekannya dengan memasang reklame di setiap jalan protokol, pusat perbelanjaan, komplek pemerintahan, lingkungan perkantoran dan beberapa tempat keramaian. Sehingga Isi Perda, berikut butir-butir sanksinya dapat diketahui publik. Agar seimbang, tempat khusus bagi para perokok pun dibuatkan. Apapun itu, harapan besar terhadap tegaknya Perda itu kedepan sangat dinanti. Dimana bagi mereka yang merampas hak orang yang tidak merokok, Pemerintah harus tegas menindaknya. Begitupun, agar hak semua orang terjamin, tak ada lagi orang yang merokok terampas haknya. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Mataram, KOBAR - Tata kelola keuangan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tahun 2017 kembali meraih  predikat…