Berantas ‘Asmara Subuh’ di Bulan Puasa

Para orang tua diminta untuk dapat meningkatkan pengawasan mereka terhadap putra-putri mereka, untuk mengantisipasi fenomena ‘Asmara Subuh’ atau berpacaran di waktu subuh selama bulan puasa. Fenomena ‘Asmara Subuh’ kerap terjadi selama bulan Ramadhan, setiap usai menjalankan sahur dan shalat subuh yang biasanya dilakukan dengan berjalan-jalan, berduaan di taman dan tempat-tempat umum lainnya. Padahal berduaan usai subuh oleh pasangan berlawanan jenis yang bukan muhrim dapat merusak ibadah di bulan suci Ramadhan. Tak pelak, untuk mengantisipasi kegiatan yang tidak bermanfaat, dan cenderung menjurus maksiat itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumbawa Barat mengaku giat mengintensifkan pengawasan pada titik-titik tertentu yang sering dijadikan tempat berkumpul muda-mudi. Penegak Peraturan Daerah ini ingin agar bulan puasa ini bisa bersih dari tindakan yang melanggar norma agama dan hukum, sehingga sejumlah personil ditempatkan di titik-titik tertentu, termasuk melakukan patroli rutin. Namun, betapapun hebatnya Satpol PP melakukan pemantauan dan pengawasan, kecerdikan muda-mudi generasi milenial saat ini terbilang mumpuni. Lokasi kongkow mereka yang selalu berpindah-pindah dan mencampur kebiasaan ini dengan gaya kekinian, seperti Sahur On The Road atau SOTR, membuat aparat sulit melacak. Walhasil, ‘Asmara Subuh’ ini seakan menjadi tradisi selama bulan ramadhan, dan dianggap lumrah adanya. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Sekongkang, KOBAR - Harapan sejumlah tokoh untuk memindahkan emas dari perut bumi Sumbawa Barat ke otak…