Pol PP Pastikan Semua Tempat Hiburan Malam Tutup Selama Ramadhan

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dilaporkan telah menerbitkan surat larangan beroperasi bagi cafe, diskotik, karaoke, bilyard, play station dan sejenisnya, mulai H-7 hingga H+7 Ramadhan 1439 Hijriah. Surat tersebut ditandangani Bupati, bernomor 51.15/150/Kesra/V/2018. Agar pesan itu sampai dan diketahui oleh para pelaku usaha, Polisi Pamong Praja (Pol PP), sebagai penegak Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati, langsung mendatangi para pemilik maupun pengelola usaha-usaha tersebut.

“Ya, sudah kita sebarkan, untuk selanjutnya dapat ditaati, agar umat islam yang sedang menjalankan ibadah puasa tidak terganggu,” ungkap Sihabuddin AP, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Sumbawa Barat.

Tak hanya usaha-usaha tersebut, larangan juga diberlakukan bagi aktifitas rumah makan, restoran, warung dan lesehan, agar menutup kegiatan berjualan mereka pada siang hari, selama bulan puasa, mulai buka pukul 16.30 Wita sampai dengan pukul 04.30 Wita.

“Toko, kios dan Masyarakat juga tidak boleh menggunakan, menjual, mengedarkan, membeli dan membunyikan mercon/petasan  dengan berbagai bentuk dan jenis. Sanksi tegas sudah disiapkan, seperti pencabutan izin operasi bagi usaha-usaha yang melanggar,” katanya.

Selama Ramadhan, pihaknya, kata Sihab, akan terus memantau usaha-usaha tersebut, karena dikhawatirkan ada yang membuka secara diam-diam. Pihaknya juga akan mengerahkan seluruh personil untuk melakukan penertiban di beberapa titik yang menjadi pusat keramaian.

“Jumlah personil yang akan melakukan penjagaan sudah kita tetapkan. Semua potensi yang kami punya akan kami kerahkan. Ini agar aktivitas masyarakat selama bulan suci ramadhan dapat berjalan aman dan lancar,” terangnya.

Menurutnya, selama ramadhan, sidak penyakit masyarakat (Pekat) juga akan tetap dilakukan. Sidak tersebut akan menyisir tempat penginapan, kos, losmen dan hotel. Untuk itu, diharapkan kepada pemilik maupun pengelola agar lebih selektif dalam nenerima tamu, pengunjung dan calon penghuni guna menghindari terjadinya penyalahgunaan fungsi.

“Operasi ini akan melibatkan beberapa pihak terkait. Seperti dinas sosial, unsur TNI dan Polri,” demikian Sihabuddin. (ktas/kdon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Aktivitas PT Segarang Alam Lestari (PTSAL)  di Lang Lepok, Desa Mujahidin, Kecamatan Brang Ene, diprotes…