Universitas Cordova 6 Kali Cetak Sarjana

“Satu-satunya Perguruan Tinggi di Sumbawa Barat”

Taliwang, KOBAR – Universitas Cordova Indonesia (Undova) merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Untuk yang keenam kalinya, Kampus yang dipimpin, Dr KH Zulkifli Muhadli SH MM, ini kembali mewisuda 75 wisudawan dari berbagai fakultas, pekan kemarin.

“Saya tidak ingin ada nama alumni Undova masuk dalam daftar pengangguran. Cordova tidak melahirkan pengangguran terdidik, tetapi melahirkan alumni yang menjawab tantangan masa depan bersandarkan pada nilai-nilai Islam,” Kata Zulkifli Muhadli.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang masih belia, Undova, tambah Kyai Zul, terus berbenah di berbagai bidang,  termasuk mempertegas kembali visi misi perguruan yang berlandaskan kebangsaan dan keislaman demi menghasilkan lulusan dengan daya saing.

“Selepas dari perguruan ini, saya inginkan para lulusan harus mampu bersaing dan lahir sebagai Ulama Ulil Amri (Pemimpin), Ulama Ulil Albab (Cendikiawan) dan Ulama Ulil Amwal (Enterpreneur/Pengusaha),” harapnya.

Di hadapan para tamu undangan, Kyai Zul mengimbau, agar peserta wisuda dan juga masyarakat untuk terus menuntut ilmu. Karena menaklukkan dunia dan akherat, itu harus dengan ilmu. Ini, sambungnya, selaras dengan ajaran Rasulullah, Muhammad SAW.

“Sumber ilmu pengetahuan terbentang luas. Meskipun sudah lulus dengan predikat cumloude dan memuaskan, semangat belajar harus tetap menyala tak boleh patah,” tandasnya.

Rektor Undova pada kesempatan itu juga mengucapkan, selamat dan sukses kepada wisudawan dan wisudawati terlebih atas kepercayaan mereka pada Universitas Cordova sebagai tempat menuntut ilmu untuk jenjang perguruan tinggi.

Ia menilai, berdasarkan apa yang disampaikan oleh ketua upacara wisuda, secara keseluruhan IPK rata-rata peserta wisuda dinilai cukup bagus. Begitu juga dengan periode studi dan prestasi akademik yang ditorehkan. Ia berharap agar ilmu yang telah dipelajari selama mengenyam pendidikan, dapat pergunakan dan bisa ambil bagian dalam pembangunan.

Senada dengan Rektor,  H Amir Ma’ruf Husein MM, sebagai Ketua Badan Wakaf, menjelaskan, bahwa dalam sejarah pendirian Universitas Cordova, semangat yang ingin ditanamkan adalah terbangunnya semangat Thariq Bin Ziyad, seorang panglima perang yang memimpin pasukan Islam menghadapi pasukan salib. Semangat itulah yang mewarnai perjalanan dan perjuangan Undova hingga berusia 14 tahun.

“Tepat tanggal 1 Februari 2004, Kyai Zul bersama Drs H A Wahab Yasin, sebagai penjabat Sumbawa Barat saat itu, mendeklarasikan Universitas Cordova sebagai  perguruan tinggi pertama di bumi Pariri Lema Bariri,” ungkap Amir Ma’ruf, dalam sambutannya.

Menurutnya, kehadiran Undova adalah untuk menegakkan kembali kejayaan islam yang dulu pernah jaya di tanah andalusia, Spanyol. Peradaban Islam adalah sebuah keniscayaan untuk diwujudkan kembali. Sehingga ruh yang mewarnai perjalanan kampus Undova adalah ruh Thariq bin Ziyad.

“Semoga dari rahim Undova ini lahir generasi cemerlang, yang dapat mewarnai pembangunan Sumbawa Barat,” harap Amir Ma’ruf.

Sementara itu, Ustad Bahctiar Nasir  Lc MM, dalam orasi ilmiahnya, mengatakan, dirinya berharap, melalui Undova ini, kejayaan islam kembali terwujud. Ujung tombak dari harapan ini, berada di pundak para alumni dan mahasiswa/i serta civitas akademika Undova.

Menurutya, nama Cordova saat ini tertulis dengan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia. Tak pelak jika dulu disebut sebagai “The Greates Centre of Learning” di eropa. Darinya lahir para ilmuan dan pemikir hebat yang sejatinya dijadikan kiblat ilmu pengetahuan modern.

Di hadapan tamu undangan, ia menggugah semangat yang hadir, agar ummat islam harus bangkit dan merebut kembali kejayaan itu, bila perlu dari KSB.

“Undova harus jadi andalusia Indonesia yang siap memberi warna untuk Indonesia, bahkan dunia, rahmatan lil alamin,” demikian Ust Bachtiar, seraya mengumandangkan takbir.

Pada wisuda ke VI ini, Managemen Undova melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan dengan beberapa pihak. Antara lain, penandatanganan MoU dengan Fakultas Teknik dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi NTB. Fakultas Tehnik dengan Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (Inrakindo) provinsi NTB, dan penandatanganan Mou dengan Universitas Samawa prihal program studi ilmu hukum. (adv/kher)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Aset Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan,…