Aset KSB Tercatat Rp 2,5 Triliun

Taliwang, KOBAR – Aset Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, sejalan pelaksanaan belanja modal daerah yang dialokasikan dalam APBD. Total aset daerah dari Rp 2,1 triliun pada tahun 2016 bertambah menjadi Rp 2,5 triliun pada tahun 2017.

“Total aset itu mencakup tanah, bangunan, jalan, kontruksi, kendaraan roda dua, roda empat dan lain-lainnya. Mencakup juga seluruh aset yang dimiliki oleh setiap SKPD dengan nilai aset bervariasi,” terang Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Sumbawa Barat, M. Yusuf, S.IP.

Menurutnya, kurun waktu tahun 2016 – 2017 aset secara umum sudah terdata. Peningkatan  aset paling pesat terjadi pada aset infrastruktur jalan sebesar Rp 1,1 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp 1,2 triliun 2017.

“Aset infrastruktur jalan ini memang mengalami peningkatan yang signifikan karena pemerintah terus menggencarkan pembangunannya,” timpalnya.

Yusuf menjelaskan, pertumbuhan aset dapat menjadi barometer pembangunan daerah. Setidaknya, jika aset bertambah, menandakan ada realisasi pembangunan yang berjalan.

Untuk itu, tambah dia, aset milik daerah ini penting artinya untuk dikelola secara tertib, benar dan mematuhi azas-azas pengelolaannya. Termasuk juga dimanfaatkan secara optimal, efektif, efisien, tidak menimbulkan pemborosan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini juga tujuannya agar aset tidak lagi tercatat sebagai aset yang harus dibenahi dalam laporan pemeriksaan keuangan BPK,” timpalnya.

Aset daerah itu terdiri dari beberapa klasifikasi yang rutin dihitung, setiap tahun ada aset yang menyusut.  Demikian pula ada penambahan aset melalui pembangunan dan pengadaan.

“Kalau ada penyusutan atau penghapusan aset, maka dikurangi dari nilai terdaftar, penyusutan itu setiap tahun pasti ada, begitu juga penambahannya,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, terkait pengelolaan aset daerah tersebut, berada pada instansi masing-masing pemerintah. Semua aset digunakan untuk mendukung kegiatan instansi terkait dalam pembangunan dan pelayanan lebih optimal.

“Pada prinsipnya kapasitas kami hanya sebagai pengelola, atau koordinator. Mengenai penggunaan dan tanggung jawab perawatan setiap aset itu berada di masing-masing Satkernya,” tandasnya. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“Pemerintah Didesak Turun Tangan” Maluk, KOBAR - Kebijakan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) mewajibkan seluruh…