Kualitas Alat Peraga Kampanye Pilgub NTB Disorot

“Baliho Rangka Bambu Ambruk Diterpa Angin”

Taliwang, KOBAR – Sejumlah alat peraga kampanye (APK) Paslon Pilkada NTB yang diproduksi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB kondisinya memprihatinkan. Di sejumlah lokasi di Sumbawa Barat, banyak APK roboh tertiup angin karena pemasangannya hanya menggunakan batang bambu sebagai penyangga.

Melihat kondisi tersebut masyarakat menilai pemasangan APK terkesan seadanya.

“Bagi pasangan calon ini tentu menjadi dilema karena memasang iklan sendiri tidak diperbolehkan, disediakan oleh KPU kondisi APK dan pemasangannya malah ala kadarnya, selain terkesan asal-asalan juga tidak ada upaya pemeliharaan yang maksimal dari KPU,” kata Ahmad, salah seorang warga kota Taliwang.

Ahmad juga mempertanyakan kondisi pemasangan APK tersebut yang terkesan tidak ada kesiapan.

“Saya tidak terlalu faham berapa sesungguhnya anggaran yang disediakan, baik untuk mengadakan bahan dan pemasang alat peraga pasangan calon itu, apakah tidak cukup memadai anggarannya untuk alat peraga dipasang secara baik, elegant dan bertahan sampai beberapa bulan,” katanya.

Untuk itu ia berharap agar APK yang dibiayai oleh negara tersebut, dari sisi pemasangannya setidaknya harus menggunakan bahan yang kuat sehingga tujuan pemasangannya lebih efektif untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita berharap KPU bertanggungjawab atas kondisi ini, supaya APK yang disiapkan dengan menggunakan anggaran negara melalui KPU bisa efektif dan memiliki daya tahan lama,” katanya.

Selain Ahmad, Muslimin, salah seorang warga lainnya juga mempersoalkan tentang keberadaan baliho berukuran besar milik Paslon  Zul – Rohmi yang terpasang di luar tempat yang ditetapkan KPU (Simpang Tonyong, Kecamatan Taliwang, red).

“Aneh, hanya ada di KSB saja pemasangan APK ini tak teratur. Kemana Panwas dan Pol PP. Padahal setahu kami pemasangan APK itu hanya boleh pada titik atau lokasi yang ditetapkan KPU, Posko Pemenangan, Sekretariat Partai Pendukung dan tempat kampanye,” tukasnya.

Menanggapi itu, Komisioner KPUD Sumbawa Barat, Devisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Supriadi S.Pd, mengaku telah melakukan perbaikan pada sejumlah baliho yang mengalami kerusakan tersebut. Ia memastikan bahwa rusaknya APK tersebut akibat faktor alam.

“Akhir-akhir ini angin cukup kencang, penyangga dari bambu tidak kuat menahan angin, sehingga ada beberapa APK yang roboh dan rusak,” ujarnya.

Meski telah melakukan perbaikan, sesuai ketentuan, kaitan dengan pemeliharan dan penggantian APK itu sebenarnya sudah menjadi tanggung jawab tim dari masing-masing paslon.

“Ini sebenarnya sudah kita sampaikan dari awal penyerahan APK.  Untuk perbaikan APK yang rusak atau roboh itu sebenarnya sudah menjadi kewajiban tim masing-masing paslon,” timpalnya.

Supriadi juga mengatakan, keberadaan baliho yang terpasang di luar lokasi yang telah ditetapkan tersebut merupakan pelanggaran. Padahal sosialisasi yang berkenaan dengan lokasi pemasangannya telah dilakukan cukup lama.

“Jika benar itu ada, jelas itu melanggar dan  harus ditertibkan,” imbuhnya.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa pihaknya hanya memiliki wewenang untuk mengingatkan para paslon berikut tim pemenangannya. Ia meminta, agar pihak pengawas pemilu dapat memantau perkembangan Pilkada, alih-alih masih ada bentuk pelanggaran yang terjadi.

“KPU wewenangnya hanya sekedar mengingatkan bahwa itu adalah ilegal, namun untuk penindakan, wewenangnya di Satpol PP yang diberikan rekomendasi penertiban oleh Panwaslu,” pungkasnya. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Belum habis efek domino peralihan manajemen tambang Batu Hijau dari PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)…