Lomba Sakeco Tingkat Pelajar Berujung Protes

“Pihak Arpusda Dianggap Tidak Mendidik”

Taliwang, KOBAR – Keputusan panitia dan dewan juri mata lomba Sakeco tingkat pelajar yang dilaksanakan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), baru-baru ini berujung protes. Karena hasil keputusan pemenang ternyata bisa berubah-ubah. Aneh memang, karena entah tidak memiliki pengalaman atau kurang profesional, peserta asal sekolah SDN 1 Taliwang yang pada awal pengumuman, ditetapkan sebagai juara pertama tingkat Kabupaten, bisa berubah dalam sesaat. Keputusan yang tidak fair itu karuan saja menuai kekecewaan para guru hingga mendatangi pihak penyelenggara lomba (Arpusda, red).

“Kami datang ke sini karena merasa dipermalukan. Bayangkan, saat diumumkan, banyak telinga yang mendengar siswa kami berhasil menjadi juara pertama. Tapi dalam beberapa menit keputusan itu malah berubah, juara I justru diperoleh siswa dari SD lainnya,” kata Kepala SD Negeri 1 Taliwang, Rahmatullah,S.Pd.SD, sesaat setelah bertemu dengan pihak penyelenggara lomba, pekan kemarin.

Tidak hanya kecewa, Rahmatullah juga mempertanyakan profesionalitas panitia penyelenggara maupun dewan juri. Panitia lomba maupun dewan juri dinilai telah melakukan diskriminatif dan terkesan tidak memiliki kemampuan dan tanggungjawab atas keputusan yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Aneh bagi kami, keputusan pemenang  atas siswa kami yang sebelumnya diumumkan sebagai juara pertama dianulir hanya karena alasan kekeliruan  penyebutan juara. Panitia berdalih, saat pengumuman, juara lomba tidak disusun secara berurutan berdasarkan juara, tetapi berdasarkan skor atau nilai hasil penilaian tim juri,” imbuhnya.

Para guru, tambah Rahmatullah, wajar menyampaikan kekecewaannya karena dalam event tersebut  telah melakukan segalanya. Termasuk melakukan pembinaan dan mempersiapkan peserta didik untuk tampil maksimal.

“Memang hasil tehnical meeting keputusan juri final, tidak bisa diganggu gugat. Namun keputusan yang diambil itu justru merugikan. Masa penentuan pemenang mata lomba yang sudah diumumkan, bisa dirubah kembali,” cetusnya lagi.

Kegiatan atau lomba yang dilaksanakan dinas tersebut pada prinsipnya  didukung oleh seluruh sekolah. Namun, selama pelaksanaannya tidak dilakukan secara profesional maka hasil yang diperoleh tidak akan berdampak pada mutu dan kualitas pendidikan.

“Yang jelas sekolah kami dirugikan. Kedepan maunya dewan juri dan tim panitia yang dilibatkan haruslah yang terbaik dengan latar belakang yang sudah mumpuni dalam mata lomba tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Arpusda, Hirawansyah Atta,SH,MH, mengakui, pada saat pengumuman pemenang masing-masing mata lomba, mata lomba sakeco memang terjadi kekeliruan penyebutan  juara.  Hal itu terjadi, karena saat diumumkan, juara lomba tidak disusun secara berurutan berdasarkan juara  tetapi berdasarkan skor atau nilai hasil penilaian  tim juri.

”Khilafnya memang di situ. Kekeliruan panitia hanya salah mengumumkan juara pertama,” katanya.

Ia membantah tim juri dalam melakukan penilaian tidak bekerja secara profesional. Masing-masing juri yang ditetapkan dalam memberikan penilaian pada sejumlah mata lomba  ditunjuk berdasarkan  kemampuan dan keahlian yang dimiliki.

“Tim juri sudah memberikan penilaiannya secara  profesional. Tidak memihak kepada sekolah itu dan ini. Bahkan tim juri tidak mengetahui asal sekolah peserta yang tampil, karena dalam pelaksanaannya mengunakan nomor undi yang tujuannya untuk menjaga kerahasiaan  sekolah asal peserta lomba. Terlebih untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan dalam memberikan penilaian,” kelitnya.

Namun kata dia, meski segala kemungkinan sudah diantisipasi, sebagai manusia, tim juri tentu tidak luput dari kesalahan. Jika dalam keputusan yang diambil tim juri ada para pihak yang dirugikan, secara kelembagaan pihaknya meminta maaf.

“Kesalahan ini akan menjadi cacatan penting bagi kami untuk mencapai kesempurnaan pada kegiatan lainnya di masa mendatang. Tidak perlu ada yang  kecewa karena tim panitia secara keseluruhan sudah berusaha optimal melaksanakan kegiatan ini secara profesional,” demikian Atta. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“KSB Miliki Puluhan PERDA” Taliwang, KOBAR - Sejak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa…