Satpol PP Sapu Bersih Pasar Bayangan

Taliwang, KOBAR – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kembali mengeluarkan surat edaran sebagai bentuk ketegasan untuk menertibkan pasar bayangan di wilayah setempat. Surat dengan nomor 300/240/Sat-Pol PP/III/2018 tersebut, juga sebagai bukti, bahwa langkah tegas Pemerintah Kabupaten (Pemkab), telah disetujui dan diketahui oleh para wakil rakyat di Parlemen Bertong.

Kepala Dinas Satpol PP KSB, Sihabuddin AP, mengatakan, di dalam surat tersebut sudah sangat jelas melarang para penjual ikan, sayur mayur, dan daging untuk tidak lagi melakukan aktifitas jual beli di lokasi yang telah dan akan ditertibkan pihaknya.

“Aturan ini juga berlaku terhadap para pedagang yang menggunakan gerobak kendaraan roda dua dan roda empat. Ketika nantinya masih ada juga pedagang yang melakukan aktifitas di lokasi tersebut, maka akan langsung dilakukan penertiban paksa,” tegasnya.

Terhadap para pedagang eks pasar bayangan yang sudah lebih dulu ditertibkan, pihaknya, tambah Sihab, sudah menyiapkan lapak di Pasar Tana Mira.

“Kita sudah siapkan mereka lapak di sana. Tidak ada alasan bagi mereka untuk kembali lagi (pasar bayangan, red). Jika masih ada, maka upaya penindakan tetap akan kita laksanakan,” tukasnya.

Dikatakannya, dalam penertiban yang telah dilakukan sebelumnya, ia mengklaim bahwa pihaknya sudah bekerja sesuai dengan SOP yang ada. Kalaupun ada pihak yang tidak puas maka itu merupakan urusan lain di luar kewenangan pihaknya.

“Yang jelas penertiban itu kami lakukan sesuai SOP. Dalam setiap penertiban kami selalu mengedepankan sisi humanis,” imbuhnya.

Disinggung terkait berbagai kecaman yang mencuat di media sosial, tentang aksi represif yang diduga dilakukan pihaknya pada penertiban sebelumnya, Sihab mengaku, kalau upaya itu telah sesuai SOP.

Ia juga tidak membenarkan adanya foto yang diunggah di medsos itu, dimana pihaknya dikesankan masuk ke kamar dan memaksa mengambil barang dagangan pedagang.

“Itu tidak benar. pihak kami hanya masuk ke ruang tamu saja untuk mengambil dagangan yang ada. Itu juga harus kami lakukan karena si pedagang seolah-olah mengejek tim gabungan dengan cara mengeluarkan dagangannya dan memasukkan lagi ketika akan ditertibkan,” pungkasnya. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“Telah Berlangsung Selama 3 Bulan” Sekongkang, KOBAR - Pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Sekongkang,…