CSR PTAMNT Dipertanyakan

Pasca bergantinya operator tambang Batu Hijau dari PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT), nyaris tak ada satupun pihak yang menyinggung tentang kewajiban sosial perusahaan (CSR). Padahal mayoritas warga yang bermukim di seputaran tambang menilai bahwa sejak kehadiran PTAMNT, tanggung jawab sosial maupun tanggung jawab lingkungan perusahaan tersebut masih abu-abu. Termasuk sikap perusahaan yang dinilai “jauh panggang dari api”, dimana realisasi CSR yang dijanjikan jauh lebih buruk dari perusahaan sebelumnya (PTNNT, red). Semestinya perusahaan harus menyadari bahwa fungsi CSR adalah untuk memperkuat keberlanjutan perusahaan dengan jalan membangun kerjasama antar stakeholder yang difasilitasi perusahaan dengan menyusun program-program pengembangan masyarakat di sekitarnya. Kecenderungan utama yang menegaskan arti penting CSR, yaitu menekan kesenjangan antara kaya dan miskin. Ketika posisi perusahaan yang semakin berjarak dengan masyarakat, akan berdampak pada semakin gencarnya sorotan kritis dan resistensi warga terhadap perusahaan. Jadi, apapun dalihnya CSR baru dapat berkelanjutan apabila program yang dibuat suatu perusahaan benar-benar merupakan komitmen bersama dari segenap unsur yang ada. Tentunya, tanpa adanya komitmen dan dukungan dengan penuh antusias akan menjadikan program-program tersebut bagaikan program penebusan dosa dari pemegang saham belaka. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memberikan paket sarana air bersih dan sanitasi kepada…