Ekonomi Tumbuh, UMK Bertambah

Besaran UMK (Upah Minimum Kabupaten) Sumbawa Barat telah disepakati sebesar Rp 2 juta per bulan. Kesepakatan besaran UMK  tersebut bahkan dinilai sudah sinergis dan tidak menyalahi dengan peraturan yang berlaku. Besarannya juga berpatokan dengan kondisi ekonomi daerah berdasarkan hasil perhitungan dengan rumusan komponen seperti UMK 2017, pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi. Berapapun besarannya, yang jelas tenaga kerja merupakan aset perusahaan yang sangat berharga yang tentunya harus mendapatkan perhatian baik dari sisi ekonomi maupun kesejahteraannya. Pemerintah bahkan tidak memaksakan pihak pengusaha untuk memberikan upah setinggi-tingginya kepada karyawan atau pekerja. Tetapi besarannya tidak boleh kurang dari besaran UMK yang ditetapkan.  UMK merupakan hak penuh yang mesti didapat bagi pekerja setiap bulan dalam batas minimum. Artinya, para pekerja masih berpeluang mendapakan pendapatan bulanan lebih dari nilai UMK dari pihak pemberi kerja. UMK juga berlaku mengikat kepada pihak pemberi kerja sesuai kesepakatan yang telah menjadi regulasi. Sehingga UMK merupakan pakem yang harus dilaksanakan pemberi kerja terkait pendapatan bulanan para pekerjanya. Namun apapun itu, yang harus diawasi saat ini dan kedepannya adalah penerapannya. Jangan ada lagi pekerja yang mendapatkan penghasilan bulanan di bawah upah minimum yang ditetapkan itu. Pengawasan ketenagakerjaan harus lebih dioptimalkan. Para pekerja maupun serikatnya juga harus lebih proaktif dan mau bersuara untuk melindungi hak-hak pekerja agar mendapat upah sesuai ketentuan minimum bahkan lebih. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang…