Buntut Penghadangan, Wartawan Demo Polres KSB

“Kapolres Minta Maaf”

Taliwang, KOBAR – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Komunitas Pers (KOMPERS) Sumbawa Barat  mendatangi Mapolres setempat, Jumat (25/2). Para awak media cetak maupun online ini menggelar aksi damai untuk menolak intimidasi terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas.

“Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk solidaritas dan perlawanan wartawan dari segala bentuk intimidasi. Kami tidak mau kejadian menghalang-halangi tugas wartawan dalam peliputan seperti yang dilakukan oknum Perwira Polisi pada proses pelaksanaan Sertijab Bupati lalu terulang kembali,” ujar koordinator aksi, Khairil W Zakaria.

Dalam aksinya, KOMPERS melakukan pembentangan spanduk bertuliskan “Kami Bukan Musuh, Kami Bukan Teroris, Kami Hanya Wartawan,”. KOMPERS juga melepas seluruh atribut pers masing-masing, sebagai bentuk protes tindakan arogan oknum perwira polisi yang telah menghalang-halangi tugas wartawan saat melakukan peliputan.

“Wartawan dalam melaksanakan tugas peliputan dilindungi Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang pers. Untuk itu kami meminta pihak kepolisian sebagai penegak undang-undang bisa memberikan perlindungan kepada para jurnalis dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Khairil menjelaskan, aksi itu demi kebaikan bersama dan terwujudnya kemerdekaan pers di Indonesia khususnya Sumbawa Barat. Tindakan oknum perwira polisi itu tidak hanya menyakiti beberapa orang wartawan tetapi  juga menyakiti profesi jurnalis secara keseluruhan. Selain itu, juga telah mencederai semangat reformasi yang menjamin kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia.

“Bisa dikatakan  oknum perwira polisi itu juga telah mengingkari amanat reformasi yang salah satunya menjamin kebebasan pers di Indonesia,” tegasnya.

Setelah hampir 25 menit melakukan aksi, Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Teddy Suhendiawan Syarif SIK M.Si, akhirnya menemui para wartawan. Didampingi Kasat Rekrim dan Kasat Intel, Kapolres menyampaikan permohonan maafnya kepada para awak media atas komunikasi yang tidak berjalan baik dengan salah satu anggotanya saat awak media melakukan peliputan.

“Saya sebagai pimpinan mewakili jajaran Polres dengan tegas meminta maaf kepada semua wartawan atas kejadian itu. Semoga dengan peristiwa ini makin mempererat kerjasama awak media dengan kami,” tandasnya.

Kapolres mengakui, tidak ada niatan apa-apa dari aparat kepolisian terhadap para wartawan. Kejadian itu adalah kekhilafan dan akan menjadi instropeksi internal di Polres. Ke depan, ia secara pribadi membuka diri kepada wartawan dalam menjalankan tugas dan mengharapkan terjalin hubungan baik antara polisi dan wartawan.

Ia bahkan berharap jalinan komunikasi yang selama ini terbangun untuk terus diperkuat,  karena menurutnya Polisi sangat butuh wartawan, dan kejadian saat di Sertijab lalu  jangan sampai menghalangi komunikasi yang sudah terbangun selama ini

“Insiden saat di Sertijab lalu jangan sampai merusak hubungan baik yang telah terjalin baik selama ini, karena kepolisian maupun insan pers adalah dua institusi yang saling membutuhkan,” demikian Kapolres. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Belajar dari gaya kepemimpinan periode lalu dan melihat perkembangan kepemimpinan ke depan yang sarat dengan…