Abdul Hakim: KSB Tidak Krisis Air Bersih

Taliwang, KOBAR – Laporan bahwa ada 16 Desa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang mengalami krisis air bersih dibantah oleh Penjabat Bupati KSB, Dr Ir H Abdul Hakim MM, karena dirinya sudah melakukan pembuktian lapangan dengan mengunjungi langsung beberapa daerah dimaksud, kunjungan itu sendiri bukan tidak percaya dengan laporan, tetapi ingin pembuktian lapangan.

“Saya sudah mengunjungi seluruh daerah yang dilaporkan krisis air bersih. Kunjungan itu sendiri untuk melihat secara dekat dan untuk mengetahui bentuk intervensi yang harus dilakukan pemerintah KSB, namun pada beberapa lokasi yang dikunjungi, justru ketersediaan air terpenuhi dengan volume yang cukup bagi masyarakat sekitar,” tegasnya Hakim sapaan akrabnya.

Dalam kunjungan itu sendiri, Hakim mengaku melihat langsung bahwa masyarakat memiliki sumur pompa dan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air, bahkan pada kesempatan itu saya mempertanyakan kepada masyarakat, apakah benar selama ini kesulitan air bersih. “Saya tidak mendapat pengakuan dari masyarakat bahwa mereka kesulitan air bersih, termasuk tidak melihat ada masyarakat yang antri untuk mendapatkan air bersih, jadi bisa disimpulkan bahwa sekarang ini tidak ada daerah yang krisis air bersih,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu Hakim mengakui bahwa ada beberapa lokasi yang perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah, tetapi bukan dalam bentuk droping air bersih, namun lebih pada bantuan managemen pengelolaan, karena ada beberapa lokasi yang menggunakan mesin untuk menyedot air, termasuk dibantu soal pemasangan jaringan. “Intinya, tidak ada daerah kita yang mengalami krisis air bersih,” tegasnya.

Hakim tidak membantah jika selama musim kemarau ini, debit air di beberapa lokasi itu mulai berkurang, tetapi belum sampai ditetapkan sebagai daerah krisis air, apalagi KSB termasuk kawasan yang dikeliling oleh gunung. “Secara geografis, daerah ini lebih banyak gunung yang mampu menampung air, jadi mustahil akan ada daerah yang krisis air bersih,” urainya.

Disampaikan juga oleh Hakim, saat kunjungan beberapa waktu lalu, dirinya mengajak sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar bisa dibahas secara internal bentuk intervensi yang harus dilakukan, bagi daerah yang membutuhkan bantuan pemerintah, agar ketersediaan air bersih tetap berkelanjutan. “Saya tidak hanya sendiri mengunjungi lokasi yang diklaim krisis air bersih, tetapi mengajak seluruh pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jadi tidak perlu saya bantah apa yang disampaikan soal krisis air bersih itu,” tandasnya.

Hakim berharap berita tentang krisis air bersih tidak perlu lagi dikembangkan, kecuali memang benar ada daerah yang sedang mengalami krisis air bersih seperti yang terjadi di Lombok Selatan. “Tidak mungkin pemerintah berdiam diri, jika memang benar ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau ini,” ucapnya lagi.

Hakim menegaskan, jika benar ada masyarakat yang kesulitan air bersih, diminta untuk menyampaikan laporan secara langsung, agar bisa dibantu, tetapi harus dipahami, apakah kesulitan air bersih karena tidak ada akses untuk mendapatkan air bersih atau masyarakat itu sendiri yang malas untuk mengambil air, karena di beberapa daerah yang dikunjungi, cukup banyak sumur yang menjadi sumber air bersih. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Serapan anggaran untuk program pengembangan dan penataan Desa Budaya Mantar dinilai masih minim.…