BPS Mutakhirkan Basis Data Terpadu

Taliwang, KOBAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam waktu dekat akan mulai melaksanakan pemutakhiran Basis Data Terpadu (BDT). Basis data yang berisikan data penduduk miskin tersebut nantinya akan dijadikan sumber data oleh pemerintah pusat dalam menyalurkan berbagai program kemiskinannya.

Kepala BPS KSB, Ir. Muhadi, mengatakan, sesuai jadwal proses pemutahiran BDT secara nasional akan dimulai terhitung bulan Mei ini. “Sebelum turun ke lapangan, kita buka dengan sosialisasi dan konsultasi publik dulu,” jelasnya, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Pelaksanaan pemutahiran BDT itu sesuai dengan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2014. Muhadi menjelaskan, dalam rangka validasi dan sinkronisasi data kemiskinan dari pusat hingga daerah, perlu dilakukan pemutakhiran data kemisikinan guna menutup ruang tidak tepat sasarannya bantuan pusat khususnya untuk program kemiskinan. “Kenapa banyak protes di masyarakat pada saat pembagian program PSKS? Datanya tidak relevan lagi, karena datanya dibuat 2011 lalu. Nah data itulah yang kita mutakhirkan sekarang,” timpalnya.

Dalam proses pemutakhiran data ini, BPS akan tetap menggunakan data Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011 lalu sebagai data awal. Pada tahap awal BPS akan melakukan sosialisasi dan konsultasi publik (KP) terlebih dahulu. Hasil KP kemudian akan akan ditindak lanjuti dengan melakukan pendataan di lapangan dengan mengerahkan sekitar 87 petugas yang diambil dari masyarakat setempat. “Kegiatan pemutakhiran data ini akan berlangsung selama 3 bulan sampai Juli nanti. Terakhir out put-nya, kita punya data benar-benar valid dan terkini soal data kemiskinan di daerah,” papar Muhadi.

Ditanya soal jumlah masyarakat penerima program kemiskinan berdasarkan hasil pendataan 2011 lalu? Muhadi mengatakan, berdasarkan hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011 lalu. Jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) 13.955 Kepala Keluarga (KK) dengan total individual sebanyak 55.310 jiwa. “Sementara ini kami belum bisa pastikan apakah terjadi kenaikan atau penurunan jumlah. Namun yang bisa kita pastikan, data itu akan berubah. Karena dalam 3 tahun terakhir pasti warga yang ada dalam data mengalami perubahan. Misalnya sudah meninggal, pindah atau terjadi perbaikan ekonomi,” pungkasnya seraya menambahkan hasil pemutakhiran BDT kali ini baru akan digunakan pada proses penyaluran program tahun 2016 mendatang.

“Hasil (pemutarkhiran) ini baru digunakan tahun 2016 nanti. Artinya untuk penyaluran tahun ini yah terpaksa tetap pakai data lama dulu,” tambah Muhadi. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

One thought on “BPS Mutakhirkan Basis Data Terpadu

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Untuk memenuhi kebutuhan data pemilih pada Pilkada Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang akan…