BKP5K Masih Kekurangan Penyuluh Berstatus PNS

Taliwang, KOBAR – Salah satu cara untuk meningkatkan hasil produksi petani adalah menempatkan satu orang penyuluh di masing-masing desa. Hal itu sudah bisa dilakukan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), meskipun penyuluh yang ditempatkan adalah tenaga honorer pusat yang belum berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), karena sampai saat ini, Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) masih kekurangan penyuluh PNS.

Kepala BKP5K, Ir Mansyur Sofyan MM yang ditemui media ini dalam ruang kerjanya mengatakan, jumlah penyuluh secara keseluruhan sebanyak 82 orang, sementara yang berstatus PNS baru sebanyak 43 orang, sehingga tidak mungkin bisa ditempatkan di seluruh desa/kelurahan yang saat ini berjumlah 65 desa/kelurahan.

Untuk menutupi kekurangan, Mansyur Sofyan mengaku telah menempatkan penyuluh yang masih honorer sebagai tenaga penyuluh inti di desa, sementara pada satu sisi tugas yang dibebankan cukup tinggi tidak bisa diimbangi dengan pendapatan, karena mereka bukan PNS yang memiliki gaji sesuai standarnya. “Meskipun tidak sebanding dengan pendapatan, mereka sudah bisa bekerja maksimal untuk melakukan pendampingan,” ucapnya.

Diakui juga oleh Mansyur Sofyan, jika hasil kelulusan PNS seleksi tahun 2014 akan ada penambahan tenaga penyuluh, dimana jumlahnya 6 orang, termasuk ada PNS yang bersedia menjadi tenaga penyuluh, meskipun yang bersangkutan sebelumnya telah memegang jabatan. “Memang ada konsentrasi khusus pemerintah KSB saat ini, dimana tenaga penyuluh tidak lagi masuk dalam struktur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), tetapi tercatat sebagai tenaga fungsional yang memiliki peran khusus,” lanjutnya.

Terkait dengan kekurangan personil penyuluh, Mansyur Sofyan tetap berharap setiap ada seleksi PNS untuk disediakan formasi tenaga penyuluh. Soal tenaga penyuluh yang masih berstatus honorer pusat juga diharapkan ada regulasi yang bisa ditetapkan sebagai PNS pusat. “Soal permohonan mereka menjadi PNS sudah disampaikan oleh seluruh daerah kepada Kementerian, namun sampai saat ini belum ada penetapannya,” bebernya.

Hal penting disampaikan Mansyur Sofyan, kekurangan personil penyuluh tidak menjadi kendala bagi BKP5K untuk memberikan kinerja terbaik, terutama dalam mengawal para petani di Desa. Buktinya, hasil produksi tidak pernah merosot, karena memang setiap desa telah ditempatkan tenaga penyuluh. “Kami tetap memberikan yang terbaik dan para penyuluh patut diberikan apresiasi,” tandasnya.

Pada kesempatan itu diminta kepada seluruh penyuluh untuk tidak bosan-bosan memberikan dan menunjukkan kinerja terbaik bagi daerah, karena kinerja itu sebagai bentuk komitmen bersama para penyuluh. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Masalah penguasaan lahan yang dilakukan Warga Negara Asing (WNA) dengan menggunakan nama masyarakat…