Minim Peluang Cabup Non Parpol

Taliwang, KOBAR – Sistem Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) secara langsung bukan hanya harapan masyarakat, tetapi para bakal calon bupati di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) juga menginginkannya, karena sistem pemilihan melalui DPRD akan mengecilkan ruang bagi kandidat non Partai Politik (Parpol).

Sekretaris FIS Trans Institut, Zulkarnaen MPd melalui release yang diterima media ini menegaskan, jika mengacu pada pernyataan yang disampaikankan para pimpinan parpol, dimana lebih melirik kader internal untuk diusung pada pemilukada Juni 2015 mendatang, maka bisa diprediksikan bahwa yang akan berlaga untuk menjadi orang nomor wahid di Bumi Pariri Lema Bariri adalah pelaku partai.

Diingatkan dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu, hampir semua parpol yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) lebih condong melakukan seleksi kader internal. “Jika seluruh parpol, terutama yang tergabung dalam KMP menetapkan calon dari internal, maka sejumlah kandidat calon Bupati KSB yang telah mengemuka saat ini akan kecil kesempatan menjadi calon, apalagi berpeluang menjadi Bupati KSB,” ucap Zulkarnaen.

Diingatkan kandidat doktor ilmu politik itu, jumlah anggota DPRD KSB yang tercatat sebagai kader parpol KMP mencapai 15 orang, sementara pendukung Koalisi Indonesia Hebat (KIH) hanya 10 orang, jadi bakal calon Bupati yang sangat berpeluang adalah dari KMP. “Masyarakat KSB beserta bakal calon yang sudah menggeliat saat ini sangat berharap ada keputusan bahwa pemilukada mendatang dilakukan secara langsung atau pemilihan melalui rakyat,” tegas Zulkarnaen.

Pemuda asal Fajar Karya kecamatan Brang Ene itu menyampaikan, jika para kandidat itu ingin memiliki peluang, maka salah satu cara yang harus dilakukan mendapatkan restu dari parpol yang tergabung dalam KMP. Rekomendasi atau restu itu bisa didapat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) parpol KMP. “Jika keputusan akhir pemilihan oleh DPRD, maka para pihak yang memiliki keinginan untuk menjadi Bupati KSB, agar segera melakukan pendekatan dengan parpol KMP, karena informasinya keputusan rekomendasi hanya diberikan DPP dari masing-masing parpol,” bebernya.

Zulkarnaen tidak membantah jika saat ini yang sangat mungkin terjadi adalah pemilihan secara langsung, karena aturan yang menjadi pijakan dalam pelaksanaan pemilukada adalah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu). Jika Perppu yang dijadikan pijakan, maka bakal calon yang akan berlaga tidak sedikit, lain halnya kalau dilakukan melalui DPRD, karena kalau melalui lembaga politik maka jumlah calon tidak akan lebih dari dua pasangan saja.

Bakal calon yang sudah mulai muncul saat ini adalah, Drs H Mala Rahman (wabup KSB), Dr Ir W Musyafirin MM (sekda KSB), Kusmayadi ST, SKM, MM, Mars (PNS aktif), HM Nur Yasin yang akan berpasangan dengan Ir H Joni Hartono MSI (sama-sama PNS aktif), Iwan Panjidinata SE (ketua Gerindra) dan Kaharuddin Umar (ketua PDIP), sementara sejumlah nama lain belum terlihat beraktifitas sebagai bukti akan ikut berlaga. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

2 thoughts on “Minim Peluang Cabup Non Parpol

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Kuota pupuk yang ditetapkan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk pemenuhan petani di…