Reoperasi PTNNT Terancam Berhenti Kembali

Taliwang, KOBAR – Reoperasi PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang ditandai dengan pemanggilan kembali para karyawan untuk bekerja ternyata belum sepenuhnya aman. Kegiatan tersebut terancam terhenti jika sampai akhir September ini perusahaan tak kunjung mengantongi Surat Persetujuan Ekspor (SPE) dari pemerintah pusat.

Sejak tanggal 8 September lalu, PTNNT sudah mulai melakukan program pemanggilan kembali para karyawannya. Kegiatan itu menandai komitmen PTNNT dalam menjalankan kesepakatan setelah pemerintah pusat memberikan lampu hijau akan merelaksasi nilai pajak dan ketentuan terkait larangan ekspor konsentrat yang selama ini membuat Newmont terpaksa menghentikan kegiatan operasinya di proyek batu Hijau.

“Kita sudah dapat informasi dari perusahaan. Kalau sampai sekarang mereka belum terima SPE, dan kalau sampai akhir bulan tidak ada juga. Bisa jadi program ini terhenti lagi,” jelas ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Tambang (SPAT) Samawa PTNNT Yoesrawan Galank kepada media ini kemarin.

Tanpa mengantongi SPE Newmont tidak akan dapat meneruskan program reoperasinya dan pemanggilan kembali para pekerjanya. Sebab kata Galank untuk menjalankan program tersebut diperlukan biaya, sementara sumber anggaran perusahaan benar-benar hanya mengandalkan hasil penjualan produksi. “Sekarang tanpa SPE itu jangankan melakukan penjualan, kegiatan pengapalan saja tidak ada,” cetusnya.

Mewakili pekerja SPAT Samawa berharap pemerintah pusat dapat segera menerbitkan SPE bagi PTNNT. Termasuk juga berharap kepada PTNNT dan PT Freeport segera menyepakati terkait rencana bersama pembangunan smelter sebagai bagian dari kesepakatan dengan pemerintah untuk mengakhiri polemik larangan pengiriman konsentrat mentah oleh perusahaan tambang ke luar negeri.

“Semuanya saling berkaitan. Kabarnya kenapa pusat belum mau terbitkan SPE untuk Newmont karena belum selesai negosiasi dengan freeport soal smenter. Nah kita harapkan itu juga secepatnya selesai sebelum akhir bulan ini,” papar Galank.

Sementara itu sebagai perwakilan pekerja, SPAT Samawa tetap melakukan pengawasan terhadap proses pemanggilan kembali para karyawan oleh perusahaan. Sejauh ini kata Galank, pihaknya belum menemukan kejanggalan maupun laporan dari para pekerja seputar prosesnya.

“Kan dilakukannya secara bertahap. Sekarang ini sudah ada teman-teman yang dipanggil tapi masih ada juga yang belum mendapatkan panggilan. Untuk prosesnya masih berjalan baik karena perusahaan sejak awal memang telah menyatakan komitmennya untuk memanggil seluruh pekerja jika kondisinya sudah normal. Tapi kembali perusahaan juga perlu kondisi tertentu untuk untuk kelancaran proses itu, salah satunya ya SPE dari pemerintah,” pungkasnya. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM memastikan jika…