);
03/04/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Miris, 23 Tahun Ruas Jalan Desa Baturotok Masih Berlumpur

Batu Lanteh, KOBAR – Ruas jalan Sumbawa menuju Desa Baturotok, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa (KS), rusak parah. Ditambah lagi dengan jalan berlubang dan berlumpur, jauh dari kata layak.

Masyarakat yang melintasi jalan tersebut, seolah tidak pernah mengenal yang namanya perhatian dari Pemerintah Daerah Sumbawa sejak tahun 1998 sampai dengan saat ini.

Ardiansyah (24), salah satu pemuda Desa Baturotok, Kecamatan Batu Lanteh, mengatakan pada awak media ini melalui telepon seluler, bahwa dirinya sudah muak dengan ketidakadilan Pemda Sumbawa. Setiap tahun Politik, ruas jalan Sumbawa menuju Desa Baturotok, kecamatan Batu Lanteh yang berjarak 12 KM, menjadi komoditi paling laris digunakan para calon baik Eksekutif maupun Legislatif untuk merebut suara masyarakat Desa Baturotok.

“Tapi faktanya sekarang, jalan yang kami lalui setiap hari sungguh sanggat jauh dari kata layak. Kita akan berhadapan dengan lubang besar dan lumpur, itu sanggat membahayakan bagi keselamatan masyarakat,” ungkap Ardiansyah.

Baca Juga :  Bupati KSB Raih Penghargaan Visionary Leader

Ardian sapaan akrab pemuda lantang tersebut menegaskan, dari menjabatnya Bupati pertama Kabupaten Sumbawa sampai saat ini, janji-janji itu tidak kunjung terealisasi dan disentuh sedikit oleh Pemda Sumbawa. Padahal masyarakat butuh kepastian sebagai bentuk pemerataan pembangunan infrastruktur.

Bayangkan jumlah jiwa yang tinggal di Desa Baturotok mencapai 4.900 jiwa, sehingga sebesar itulah jumlah masyarakat yang menderita akibat kondisi jalan yang tidak layak.

“Saya bayangkan kalau kondisi jalan betul-betul di perhatikan oleh Pemda Sumbawa, maka Desa Baturotok yang sering disebut sebagai Desa sentra penghasil kopi terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, akan lebih makmur, ” tambahnya.

Selain itu, sambung Ardian, Desa Baturotok mempunyai potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat luar biasa di Kabupaten Sumbawa. Sebut saja, kopi Robusta yang tidak kurang dari hasil produksi pertahun mencapai 900 ton. Belum lagi buah-buahan lainnya, seperti alpukat, kemiri, jeruk, nanas, dan serba sayur-sayuran yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Baturotok.

Baca Juga :  Masker dan Hand Sanitizer Langka, Warga KSB Mengeluh

“Potensi inilah yang masyarakat sayangkan, karena kondisi infrastruktur yang tidak mendukung. Kami sanggat berharap, Pemda dan DPRD Sumbawa, agar mendengar jeritan hati masyarakat kami. Karena kami juga mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pembangunan yang merata di Tana Sabalong Samalewa ini,” tandas Ardian.

Sementara itu, Edi Wijaya Kusuma (31), Kepala Desa terpilih Desa Baturotok, Kecamatan Batu Lanteh, dikonfirmasi awak media ini, Minggu, (20/03) pagi, menjelaskan, bahwa dirinya akan selalu menyuarakan ketidakadilan Pemda Sumbawa terhadap masyarakat Desa Baturotok dan Sekitarnya. Padahal, setiap tahunnya Pemerintah Desa dan masyarakat selalu membangun komunikasi dengan Eksekitif maupun Legislatif, tapi mereka selalu berdalih bahwa keuangan Daerah minim, Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) tidak cukup.

“kami paham akan hal itu, tapi paling tidak pengerjaan bertahap, minimal 3 KM pertahun agar cepat tuntas. Itupun kalau Pemda mau serius dan benar-benar peduli dengan kami. Dan selama 4 tahun terakhir ini juga, tidak ada pengerjaan apapun sama sekali di kampung halaman kami, ” ujar Kades.

Baca Juga :  Baru 50 Persen Pejabat KSB Serahkan Laporan Harta Kekayaan

Dilanjutnya Kades terpilih tersebut, bahwa Pemdes dan masyarakat Desa Baturotok berharap, agar Pemda Sumbawa maupun pihak terkait, harus ada keseriusan dalam menangani persoalan jalan ini, agar kemudian perekonomian masyarakat serta pembangunan di semua bidang lebih berkembang.

“Desa Baturotok adalah Desa yang sanggat potensial untuk pengembangan semua sektor. Terutama pada sektor pertanian, SDM masyarakat dalam bertani sudah cukup mumpuni, tinggal bagaimana kemudian peran aktif Pemerintah dalam mendukung dan memadukan kebutuhan utama kami, yaitu pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, infrastruktur jaringan komunikasi dan infrastruktur penerangan/listrik. Kalau ketiga kebutuhan itu terpenuhi, masyarakat Desa Baturotok yang memiliki potensi yang luar biasa tersebut, akan hidup sejahtera, dan dapat membantu peningkatan ekonomi masyarakat setempat maupun Derah Sumbawa,” tutup Edy Kades terpilih Desa Baturotok. (kras)

Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar