);
06/04/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Tambang Pasir Ilegal di Pantai Babar Kecamatan Lunyuk Kembali Terjadi

Lunyuk, KOBAR – Penambang Pasir ilegal di Pantai Babar, Dusun Mekar Sari, Desa Perung Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa diprotes warga setempat. Pasalanya, para penambang pasir tersebut tidak mengantongi izin.

Aktivitas tambang pasir ilegal itu diketahui warga pada saat melintas di lokasi tempat para penambang, dan warga sontak menegur kemudian langsung mengusir para penambang liar tersebut.

“Niatnya kami mengecek tanah yang berada di pinggir pantai Babar, tau-taunya ada truck beserta buruhnya sedang melakukan penambangan pasir di pinggir pantai. Kami berhenti dan langsung menegur para penambang tersebut,” kata Bambang (42), warga Desa Padasuka, Kecamatan Lunyuk KS, dikonfirmasi awak media ini melalui telepon seluler, Senin, (9/20) pagi.

Baca Juga :  Kapolres KSB Ajak Para Pelajar Tertib Berlalu Lintas

Bambang mengatakan, bahwa tanah tersebut ada pemiliknya, namun buruh penambang itu menjawab, bahwa mereka tidak tau menau terkait dengan lahan tersebut sudah ada pemiliknya atau tidak, hingga terjadi perdebatan.

“Padahal, walaupun lahan tersebut ada pemiliknya atau tidak, penambangan pasir di bibir pantai itu dilarang, karena akan menimbulkan abrasi pantai,” ungkap Bambang.

Ia juga menyayangkan, dari ulah oknum yang melakukan aktivitas tambang ilegal tersebut menimbulkan lubang yang sanggat besar di kawasan pantai Babar, dan ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu.

Baca Juga :  Akhirnya Nyoblos Juga

“Padahal sudah sering di tegur oleh Kepala Dusun Mekarsari selaku Kadus di wilayah pantai Babar tersebut. Tapi tidak pernah didengar dan digubris oleh para penambang,” Ujarnya.

Tidak sampai disitu, Sahabuddin (45), Aktifis Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Sumbawa (YPMS) warga Dusun Aiketapang, Desa Perung Kecamatan Lunyuk KS, juga resah dengan aktifitas penambangan pasir ilegal di kawasan pantai Babar. Dirinya mengaku, bahwa dua tahun yang lalu pernah juga mengangkat terkait masalah tersebut, tapi tidak direspon.

“Penambangan ini sudah dilakukan cukup lama mas, mungkin sudah berjalan lima tahun. Dan sampai sekarang masih saja ada. penambangan ilegal itu dilakukan oleh oknum masyarakat setempat,” tandas Sahabuddin. (kras)

Baca Juga :  Hindari Aliran Air Tersumbat, BPSDA Permak Saluran Irigasi
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar