);
06/04/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Seorang Guru Asal Brang Rea Meninggal di Ujung Tombak

Brang Rea, KOBAR – Seorang guru berinisal MH (52), warga Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tewas mengenaskan setelah dibunuh oleh pelaku berinisial RL (35) yang merupakan satu kampung dengan korban. Peristiwa tersebut terjadi di Bendungan Kalimantong II, Desa Bangkat Monteh, Senin (24/20, pagi.

Kapolres AKBP Herman Suriyono SIK MH membenarkan prihal tersebut, korban di bunuh oleh pelaku berinisial RL warga yang sama dengan korban. Dan pelaku sudah menyerahkan diri ke Polres Sumbawa Barat.

“Benar, peristiwanya pagi hari tadi. Pelaku, usai melakukan aksinya langsung menyerahkan diri ke Mapolres,” kata Kapolres.

Adapun kronologis kejadian, berawal sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu korban yang merupakan seorang Guru berangkat dari rumahnya menuju Desa Bangkat Monteh untuk mengajar. Kemudian pada saat melewati TKP, korban dan pelaku bertemu di TKP dan korban sempat mengatakan kalimat tidak wajar kepada pelaku sehingga pelaku tidak terima dan akhirnya mengejar korban.

“Korban sempat melarikan diri akhirnya gagal, karena di hadang oleh pelaku, saat itu pelaku langsung melayangkan tombak ke arah tubuh korban dan langsung menebas bagian leher hingga tangan kiri korban,” bebernya.

Mendapat laporan adanya kejadian pembunuhan itu, petugas langsung mendatangi lokasi dan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian dilakukan olah TKP dan mengevakuasi korban.

“Di TKP kami menemukan barang bukti, berupa parang dan tombak. Usai membunuh korban, akhirnya pelaku RL langsung menyerahkan diri ke Mapolres Sumbawa Barat,” ungkapnya.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP yang kemudian ditambah unsur direncanakan pasal 340 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara dua puluh tahun,” imbuhnya.

Selain itu, Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat yang menyaksikan langsung olah TKP agar tidak menyebarluaskan foto-foto, video atau berita bertujuan memprovokasi.

“Kami berikan himbauan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan menyerahkan semua proses penanganan permasalahan tersebut kepada aparat kepolisian,” tutupnya. (kdon)

Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar