);
06/04/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Warga Negara Asing Garap Tambang Emas Ilegal di KSB

Taliwang, KOBAR – Sejumlah alat berat jenis excavator beroperasi di Desa Belo Kecamatan Jereweh, diketahui di tempat tersebut sedang terjadi aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), dibawah naungan PT Zikun Jaya Trading yang dilakukan oleh beberapa pekerja asing. Pertambangan tersebut berkedok penambangan batu mangaan yang tidak mengantongi izin apapun, hingga kini menuai polemik.

Sebelumnya, kantor Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Kesbangldagri) Sumbawa Barat melaporkan adanya aktivitas penambangan oleh Perusahaan Pemodal Asing (PPA). Aktifitas perusahaan tersebut diketahui setelah tujuh warga negara China kedapatan membuat kolam endapan hasil galian tambang emas.

Baca Juga :  Alumni BLK KSB Bingung Mau Kemana

Ketujuh warga Tiongkok tersebut diakui Imigrasi Sumbawa sebagai pekerja tambang emas di Jereweh, sebab telah melapor. Akan tetapi aktifitas perusahaan tujuh pekerja asing ini justru tidak diketahui pemerintah Provinsi NTB karena tidak berizin alias ilegal.

Dikonfirmasi media ini, Kepala Dinas LHK NTB, Mardani Mukarom, Senin, (17/02) sore, ia mengaku menerima laporan ada aktivitas pekerja tambang di area kawasan hutan lindung. Akan tetapi, KPH dan jajaran telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan.

“Kita menerima laporan, ada aktivitas pekerja tambang di area kawasan hutan lindung. Akan tetapi pihaknya telah menghentikan segala aktivitas tambang di dalam kawasan dan mengeluarkannya dari area kawasan hutan lindung,” kata Kepala Dinas LHK NTB.

Baca Juga :  Sambil Rekreasi, Tim KREASI Rekam Data Penduduk KSB

Mardani menegaskan kembali, bahwa LHK NTB tidak pernah memproses izin UKL, UPL atau AMDAL atas nama PT. Zikun Jaya Trading sebagai perusahaan tambang emas atau mangaan yang beroperasi di Desa Belo Kecamatan Jereweh, Sumbawa Barat, NTB.

“Kita akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat guna memastikan kawasan hutan kita aman dan tidak ada aktivitas tambang yang bertentangan dengan izin pengelolaan lingkungan,” ujar Madani.

Ia juga menyampaikan, bahwa laporan dari KHP Sejorong Mataiyang, bahwa ada sekitar 2,4 Hektare kawasan hutan lindung yang digarap oleh pekerja asing tesebut.

Baca Juga :  Yusril Ingin Partai Bulan Bintang Kembali Berjaya di KSB

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM NTB, Mohammad Husni menegaskan, pihaknya tidak mengetahui aktivitas PT. Zikun Jaya Trading di Sumbawa Barat. Ia memastikan, aktifitas tambang dan kolam pengendapan yang dilakukan perusahaan ilegal.

“Tidak ada Izin Usaha Pertambangan (IUP) atas nama perusahaan itu di Sumbawa Barat sama sekali,” tutupnya. (kdon)

Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar