Tag Archives: pns

Disiplin ASN di KSB Masih Buruk

Taliwang, KOBAR – Upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendisiplinkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) nampaknya masih perlu usaha ekstra. Bagaimana tidak, meski Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) terus menggalakkan operasi penertiban izin keluar masuk pegawai di area Kemutar Telu Center (KTC), masih banyak pegawai yang tercatat tidak kembali saat waktu izin habis.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Sumbawa Barat, Agus Hadnan SPd, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Upaya penertiban yang dilakukan pihaknya belum menunjukkan penurunan pegawai yang tidak kembali saat waktu izin habis. Kebanyakan pegawai bahkan tidak kembali hingga jam kerja kantor selesai.

Bupati KSB: TKD Tetap Ada, Tapi Tidak Naik

firin

“Honorer Pun Akan Diperhatikan, Tapi Dana Aspirasi Tetap Dialihkan”

Taliwang, KOBAR – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dipastikan tetap masih bisa menikmati Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Para abdi negara ini masih tetap berhak menikmati pendapatan tambahan tersebut setiap bulannya. Dengan catatan, jumlah TKD yang diperoleh mereka tidak akan mengalami perubahan.

Hal ini disampaikan Bupati KSB, Dr Ir H W Musyafirin MM, Selasa (23/2), saat ditemui sejumlah Wartawan.

‘’Jadi sebenarnya tidak dihapus. TKD tetap ada, karena memang sudah ditetapkan di APBD. Tapi nilainya tidak naik,’’ katanya.

Kumpulkan Seluruh Pejabat, Bupati Sentil Buruknya Kinerja SKPD

Rapat Bupati

“Pegawai Berkinerja Buruk Akan Tergilas”

Taliwang, KOBAR – Gebrakan progresif pasangan Bupati dan Wakil Bupati, Dr Ir H W Musyafirin MM – Fud  Syaifuddin ST, pasca Sertijab, Kamis (18/2) langsung ditunjukkan dengan menggelar rapat perdana. Duet pimpinan “Luar Biasa” ini bergerak cepat mengumpulkan kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Camat, Lurah, Kepala Sekolah, dan seluruh Kepala Desa, di lantai III gedung Setda, Jum’at (19/2).

Dalam rapat tersebut, dibahas persoalan wajib yang harus dikerjakan, seperti permasalahan pendidikan, kesehatan, pertanian, infrastruktur, dan pariwisata.

“Ada program lama yang sudah berjalan sehingga tinggal memperbaiki dan meneruskannya, tapi ada juga yang benar-benar baru yang juga penting harus dijalankan,” ucap Bupati.

Bongkar Dugaan PTT Siluman!

ptt fiktif

Kabar mengejutkan tentang adanya indikasi Pegawai Tidak Tetap (PTT) siluman alias fiktif di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang dibenarkan Penjabat Bupati Sumbawa Barat, DR Ir H Abdul Hakim MM, membuat publik terperanjat dan berspekulasi. Indikasi PTT fiktif itu dengan gejala seperti, keberadaannya yang tidak jelas, serta meski sudah mengundurkan diri tetapi masih terdapat dalam Data Kepegawaian. Anehnya, Indikasi itu sudah berlangsung cukup lama, tanpa ada pencegahan dan perbaikan, malah terkesan dibiarkan. Sejumlah pihak bahkan bertanya-tanya, bagaimana mungkin terjadi kesalahan seperti itu, jika tanpa ada maksud tertentu?.  Ataukah ini disengaja hanya untuk “mempreteli” keuangan daerah?. Jika ini sebuah kekeliruan, lalu dimana fungsi pengawasan?. Pemerintah KSB didesak untuk membongkar dan menuntaskan persoalan ini dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, agar praktik seperti ini tidak terulang di kemudian hari. **

PNS Harap-harap Cemas Tunggu Pelantikan Bupati Terpilih

pns

“Isu Mutasi Besar-besaran Santer Terdengar”

Taliwang, KOBAR – Waktu pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil Pilkada Serentak tahun 2015 lalu memang belum pasti. Tapi kasak kusuk apa yang akan terjadi pasca pelantikan kepala daerah baru nanti mulai beriak. Tak terkecuali di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) setempat. Wajarlah, karena sudah menjadi rahasia umum, netralitas PNS dalam hajatan Pilkada Sumbawa Barat beberapa waktu lalu hanya isapan jempol belaka. Kenyataannya, sejumlah oknum PNS dari yang biasa hingga sekelas pejabat terindikasi terlibat penggalangan dukungan untuk masing-masing pasangan calon (paslon).

Meski sempat tercium petugas, namun Panwaslu tak bisa berbuat banyak lantaran sulit membuktikan. Terlebih saat DR KH Zulkifli Muhadli SH MM, mengakhiri pengabdiannya sebagai bupati dua periode, sejumlah oknum pejabat mulai sibuk merapat ke masing-masing kandidat guna menjadi bagian tim sukses.

Kini, setelah hasil Pilkada mulai diumumkan hingga menetapkan salah satu Paslon sebagai pemenang, Harap-Harap Cemas mulai menghantui sejumlah PNS maupun pimpinan SKPD. Mereka ketakutan lantaran ‘Jago’ yang diunggulkan sebelumnya belum mampu menjadi Pilihan.