Tag Archives: pns

Bongkar Dugaan PTT Siluman!

ptt fiktif

Kabar mengejutkan tentang adanya indikasi Pegawai Tidak Tetap (PTT) siluman alias fiktif di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang dibenarkan Penjabat Bupati Sumbawa Barat, DR Ir H Abdul Hakim MM, membuat publik terperanjat dan berspekulasi. Indikasi PTT fiktif itu dengan gejala seperti, keberadaannya yang tidak jelas, serta meski sudah mengundurkan diri tetapi masih terdapat dalam Data Kepegawaian. Anehnya, Indikasi itu sudah berlangsung cukup lama, tanpa ada pencegahan dan perbaikan, malah terkesan dibiarkan. Sejumlah pihak bahkan bertanya-tanya, bagaimana mungkin terjadi kesalahan seperti itu, jika tanpa ada maksud tertentu?.  Ataukah ini disengaja hanya untuk “mempreteli” keuangan daerah?. Jika ini sebuah kekeliruan, lalu dimana fungsi pengawasan?. Pemerintah KSB didesak untuk membongkar dan menuntaskan persoalan ini dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, agar praktik seperti ini tidak terulang di kemudian hari. **

PNS Harap-harap Cemas Tunggu Pelantikan Bupati Terpilih

pns

“Isu Mutasi Besar-besaran Santer Terdengar”

Taliwang, KOBAR – Waktu pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil Pilkada Serentak tahun 2015 lalu memang belum pasti. Tapi kasak kusuk apa yang akan terjadi pasca pelantikan kepala daerah baru nanti mulai beriak. Tak terkecuali di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) setempat. Wajarlah, karena sudah menjadi rahasia umum, netralitas PNS dalam hajatan Pilkada Sumbawa Barat beberapa waktu lalu hanya isapan jempol belaka. Kenyataannya, sejumlah oknum PNS dari yang biasa hingga sekelas pejabat terindikasi terlibat penggalangan dukungan untuk masing-masing pasangan calon (paslon).

Meski sempat tercium petugas, namun Panwaslu tak bisa berbuat banyak lantaran sulit membuktikan. Terlebih saat DR KH Zulkifli Muhadli SH MM, mengakhiri pengabdiannya sebagai bupati dua periode, sejumlah oknum pejabat mulai sibuk merapat ke masing-masing kandidat guna menjadi bagian tim sukses.

Kini, setelah hasil Pilkada mulai diumumkan hingga menetapkan salah satu Paslon sebagai pemenang, Harap-Harap Cemas mulai menghantui sejumlah PNS maupun pimpinan SKPD. Mereka ketakutan lantaran ‘Jago’ yang diunggulkan sebelumnya belum mampu menjadi Pilihan.

Penjabat Bupati KSB “Semprot” Aparatur Saat Apel Syukur

sidak_pj_bupati

Abdul Hakim: Aparat Mestinya Jadi Tauladan Masyarakat

Taliwang, KOBAR – Penjabat Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr H Abdul Hakim MM, saat memimpin apel syukur yang dilaksanakan di halaman kantor Graha Fitrah pada Selasa 20/10 kemarin, menyemprot aparatur peserta apel, lantaran dinilai masih kurang disiplin dan tetap nekat terlibat dengan politik praktis atau melanggar aturan tentang netralitas sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Disampaikan Abdul Hakim, ada tiga orang aparatur yang terbukti melanggar aturan netralitas dan telah diberikan sanksi, baik itu penundaan kenaikan pangkat maupun penundaan gaji berkala. Jumlah aparatur yang diberi sanksi bakal bertambah, karena masih ada laporan bahwa ada aparatur yang aktif ikut terlibat dalam politik praktis. “Saya berharap aparatur lebih disiplin dan paham dengan aturan, jadi tolong dijaga netralitas,” pintanya.

Meski Punya Hak Pilih, PNS Haram Terlibat Politik Praktis

asn

Karena memiliki hak pilih, seyogyanya setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) pasti memiliki pilihan pasangan calon yang didukung, tetapi Negara meminta agar para PNS menjaga netralitasnya sebagai aparatur sipil negara, guna menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat dan memastikan tidak terjadinya penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan politik. Ancaman hukuman bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat politik praktis selama proses pemilihan kepala daerah (Pilkada), Tidak main-main. Sesuai aturan kepegawaian, sanksi sedang, berupa penundaan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat satu tahun dan yang paling berat adalah penurunan pangkat satu tingkat selama satu tahun. **

Perilaku Aparatur Bolos Kerja di KSB Sudah Biasa?

pns bolos

“Hadir Hanya Untuk Isi Absen Pagi dan Sore”

Taliwang, KOBAR – Aparatur di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ditengarai tidak mematuhi jam kerja baru. Buktinya, diantara pukul 13.00-15.00, mayoritas kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selalu sepi, sehingga nyaris tidak ada pelayanan pemerintahan, bahkan ada aparatur yang datang menjelang pulang kantor.

Pemandangan kurang disiplinnya aparatur, terlihat juga saat apel pagi yang dipusatkan di lingkungan kantor Graha Fitrah, dimana ada beberapa barisan SKPD yang terlihat minim personil, bahkan penjabat Bupati KSB, Dr Ir H Abdul Hakim MM, pernah melayangkan teguran langsung saat melihat, ada aparatur yang baru datang, sementara apel sudah hampir berakhir atau dibubarkan.