Tips Sukses ASI Eksklusif

KESEHATAN KELUARGA


Oleh: dr. Febi Hapsari 
(Dokter Internsip di RSUD Asy-Syifa’ KSB)


Kelahiran buah hati merupakan sesuatu yang sangat dinantikan oleh ibu, ayah, dan keluarga besar. Setelah sembilan bulan di dalam kandungan, bayi yang sudah dinantikan akan lahir. Tentunya perlu persiapan untuk menyambut si kecil. Salah satu persiapan yang sangat penting adalah persiapan menyusui. Seperti telah banyak diketahui, ASI merupakan makanan paling ideal untuk bayi hingga usia 6 bulan. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa ASI memiliki kandungan terbaik dan terlengkap dibanding susu formula. ASI mengandung lemak, karbohidrat, protein, dan air dalam jumlah yang tepat untuk pencernaan, perkembangan otak, dan pertumbuhan bayi. Kandungan ASI ini tidak dapat disamai oleh susu formula apapun. Susu sapi memiliki jenis protein berbeda, yang mungkin baik untuk anak sapi, tetapi sulit dicerna bayi manusia. Bayi yang minum susu formula mungkin lebih gemuk dibanding bayi yang minum ASI, tapi belum tentu lebih sehat. Demikian pula jenis asam lemak dalam ASI berbeda dengan susu sapi. Asam lemak dalam ASI ini sangat penting untuk perkembangan otak yang menyebabkan kemampuan melihat dan fungsi kognitif bayi berkembang lebih awal.

ASI eksklusif adalah memberikan ASI saja hingga usia 6 bulan, tidak ditambah makanan atau minuman lain, kecuali obat atau vitamin. Tak jarang ibu banyak mendengar pendapat dari orang-orang sekitar yang justru membuat kebingungan atau ragu-ragu untuk memberikan ASI. Sehingga, dalam hal ini ibu perlu dukungan untuk yakin dan percaya diri bahwa ibu bisa memberikan ASI eksklusif. Berikut adalah beberapa persiapan yang dapat ibu lakukan agar ibu lebih percaya diri untuk sukses ASI eksklusif.

1. Persiapan nutrisi dan payudara

Mempersiapkan payudara untuk dapat memproduksi ASI yang berkualitas harus dimulai sejak masa remaja. Kecukupan gizi pada saat remaja merupakan modal yang penting. Kemudian ditunjang dengan pemenuhan kebutuhan gizi saat hamil.

– Kebutuhan karbohidrat ibu dapat diperoleh dari nasi, roti, jagung, buah, susu, sayuran, dan biji-bijian. Yang lebih dianjurkan adalah mengkonsumsi sumber karbohidrat yang juga tinggi serat seperti nasi merah, roti gandum, biskuit gandum, sereal gandum, dan oat.

– Kebutuhan protein ibu menyusui lebih banyak daripada kebutuhan wanita dalam keadaan tidak menyusui. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut ibu dapat mengkonsumsi susu, ikan, daging, ayam, telur, dan kacang-kacangan. Dalam memenuhi kebutuhan protein ini, yang tidak kalah penting adalah variasi sumber protein agar diperoleh manfaat dari semua sumber protein tersebut.

– Sumber kalori terbanyak yang ada pada ASI berasal dari lemak. Sehingga, ibu menyusui dianjurkan mengkonsumsi makanan sumber lemak, dan diutamakan lemak tidak jenuh, seperti yang terkandung pada buah, kacang-kacangan, dan ikan. Sumber lemak jenuh atau minyak trans sebaiknya dikurangi.

– Cukupi juga kebutuhan vitamin dan mineral ibu selama menyusui dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan susu. Tak kalah penting juga adalah penuhi kebutuhan cairan ibu agar produksi ASI lancar.

2. Ketahui teknik dasar menyusui

ASI diproduksi di kelenjar payudara dan mengalir keluar payudara akibat pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin. Kedua hormon ini diproduksi oleh otak. Pada saat menyusui terjadi pengosongan payudara yang akan memacu produksi prolaktin, sehingga produksi ASI akan semakin banyak. Perasaan ibu yang senang melihat bayi, dekat dengan bayi, mencium wangi bayi, mendengar tangis bayi, akan memicu pengeluaran oksitosin yang menyebabkan ASI mengalir lancar. Hormon-hormon tersebut akan terhambat bila ibu merasa ragu, tidak percaya diri, ataupun stress. Sehingga penting bagi ibu untuk merasa nyaman dan bahagia berada dekat dengan bayinya.

Selain itu, Ibu perlu mengetahui posisi menyusui yang paling nyaman. Dekap bayi dekat dengan ibu, kemudian posisikan badan bayi lurus, hadapkan seluruh badan bayi ke ibu, tidak hanya wajahnya saja.

Sebelumnya, lakukan rangsangan untuk memunculkan refleks hisap bayi dengan menyentuh sudut bibirnya. Saat mulut bayi terbuka lebar, masukkan sebanyak-banyaknya area kehitaman sekitar puting (areola) ke dalam mulut bayi.

Kemudian nilai tanda-tanda perlekatan yang baik, yaitu:

– Mulut bayi terbuka lebar.

– Bibir atas dan bibir bawah terlipat keluar.

– Mulut bayi menutupi sebagian besar areola.

Lihat juga apakah bayi  menyusu efektif yang ditandai dengan bayi menghisap perlahan, pipi membulat, dan bayi sesekali berhenti untuk  menelan ASI.

3. Evaluasi tumbuh kembang bayi

ASI dikatakan cukup apabila bayi buang air kecil 6 kali atau lebih dalam sehari. Selain itu nilai pertumbuhan bayi dengan mengukur berat badan secara berkala di Puskesmas atau dokter terdekat. Apabila berat badan bayi naik sesuai umurnya, maka ASI dapat dikatakan cukup memenuhi kebutuhan bayi. Jangan lupa juga untuk menilai perkembangan bayi.

4. Yakinlah bahwa ASI adalah yang terbaik

Terakhir, setelah semua persiapan dan pengetahuan tersebut ibu ketahui, hal yang paling penting adalah yakinkan diri ibu bahwa ibu bisa memberikan ASI untuk bayi. Dan ASI adalah makanan yang paling baik untuk bayi. ASI sudah dipersiapkan secara alamiah oleh Sang Pencipta untuk bayi. Zat-zat yang terkandung di dalamnya sangatlah penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan, terutama pada masa emas 2 tahun pertama kehidupan seorang anak. Zat-zat kekebalan tubuh juga tidak didapatkan dari sumber makanan lain selain ASI. Bagi ibu, menyusui juga akan mempererat hubungan batin ibu-anak, dan juga rahim akan kembali ke ukuran normal lebih cepat.

Bagi keluarga, pemberian ASI eksklusif tentu akan mengurangi pengeluaran untuk membeli susu formula, tidak perlu persiapan alat-alat untuk memberikan susu, dan mengurangi resiko infeksi akibat proses menyiapkan yang kurang bersih.

Dari semua kelebihan tersebut, ibu tentu dapat menimbang dan akhirnya mantap untuk memberikan nutrisi terbaik untuk buah hatinya. Jangan ragu bertanya kepada petugas kesehatan apabila dalam proses persiapan kehamilan, persiapan kelahiran, maupun menyusui ibu merasa bingung. Sehingga, nantinya ibu dapat sukses memberikan ASI eksklusif. ***

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sumbawa Barat…