Terminal Tana Mira Dibiarkan Tak Terurus

Taliwang, KOBAR – Terminal Tana Mira Taliwang sebelumnya menjadi kebanggaan warga Sumbawa Barat. Tapi kini setelah pengelolaannya diambil alih Pemerintah Provinsi NTB, kondisi terminal type B yang dibangun pada tahun 2004  dengan APBD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) secara  multiyears itu, nampak dibiarkan tak terurus. Kondisi bagian dalam terminal terlihat kumuh. Selain itu, sampah berserakan di mana-mana. Ironisnya, saat ini bus dalam kota maupun luar kota  yang masuk Terminal semakin berkurang. Rata-rata awak bus memilih menurunkan dan mengambil penumpang di jalan raya arah menuju terminal. Kesan tak terurus semakin jelas dimana sejumlah ruangan petugas UPTD terminal kosong melompong. Loket tiket, tinggal papan nama. Air di toilet tidak mengalir lagi, begitupun listrik padam total. Tak pelak terminal ini mirip lokasi penampungan barang bekas.

“Sepi Mas, gak ada penumpang yang mau masuk ke sini. Lihat saja kondisinya, sudah tidak lagi terlihat seperti terminal. Warung-warung saja banyak yang tutup. Yang beli paling ya cuma sopir sama kernet bus,” ujar salah seorang pemilik warung yang dikonfirmasi koran ini.

Pantauan awak media ini, tampak bagian dalam terminal kini justru banyak dipakai tiduran para ojek. Ini seperti terlihat di kursi panjang di depan ruang informasi terminal.

”Itu yang di belakang malah kumuh sekali. Tumpukan sampah menggunung,” katanya lagi.

Pemerintah tambah dia semestinya menjaga fasilitas itu. Selain menjadi cerminan wajah KSB, terminal itu menjadi pusat perhatian bagi kedatangan orang dari dalam maupun luar daerah.

“Kalo penanganannya oleh provinsi, maka lakukanlah pengelolaannya dengan baik. Kalau belum siap, serahkan kembali pengelolaannya ke kabupaten,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan setempat, Ir H Muslimin HMY, juga mengaku miris dengan kondisi terminal yang hingga saat ini belum jelas pengelolaannya.  Ia bahkan menyentil mengenai tidak siapnya Pemprov NTB mengelola terminal itu, termasuk masalah pegawai honorer yang sampai saat ini belum di SK-kan apalagi mendapat gaji.

“Meskipun tidak dibenarkan secara aturan tetapi  kalo diberi ijin, kita siap mengelola terminal itu kembali. Kami sedih, aset yang dulunya kita yang bangun dan banggakan tersebut kondisinya seperti itu. Apalagi, aset tersebut merupakan salah satu fasilitas publik terbesar yang ada di KSB yang juga  pembangunannya menggunakan anggaran daerah,” cetusnya.

Muslimin mengaku sudah beberapa kali  bertemu dengan Pemprov NTB, membahas masalah penyerahan aset sampai masalah honorer pegawai terminal itu. Koordinasi terakhir yang dilakukan, Pemprov mengusulkan MoU dengan organisasi angkutan umum setempat atau Organda guna mengelola terminal itu.

“Pemprov juga menginformasikan tengah menghitung kebutuhan dan kondisi terminal bahkan akan mengirimkan personil bertugas di terminal itu,  tapi realisasinya belum jelas. Hingga saat ini, nasib personil dan kondisi terminal masih tidak terurus,” bebernya.

Sebelumnya, Pemprov NTB sendiri mengaku akan segera menempatkan petugas di terminal tersebut, menyusul pengelolaan terminal tersebut pada September 2016 lalu resmi diambil alih pemerintah Provinsi atas tuntutan UU No. 22 Tahun 2014 tentang  Lalu Lintas Angkutan Jalan. Dimana terminal  Type B seperti halnya Terminal Tana Mira Taliwang pengelolaannya sudah menjadi kewenangan pemerintah Provinsi. Namun terkait tak terurusnya terminal tersebut, Pemprov pun tak ingin dikatakan setengah hati dalam  mengurus hingga mengelola terminal itu. Pemprov berdalih, dalam proses transisi ini banyak aspek yang harus dibenahi dan memastikan pengelolaan terminal Tana Mira Taliwang  kedepan akan jauh lebih baik. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Nominal dana bantuan Partai Politik (Parpol) yang setiap tahun dianggarkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa…