Tsunami Pengangguran Di Depan Mata

Sejak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) menetapkan kebijakan pensiun dini atas dalih efisiensi biaya operasional, seluruh mitra kerja hingga para penyedia jasa perusahaan itu turut “menceraikan” karyawannya. Teranyar Suplier penyedia jasa pengamanan (Nawakara, Security 911) dan Subkontraktor PT Trakindo bahkan dilaporkan telah mem-PHK ratusan karyawannya. Akibat dari kurangnya pekerjaan yang dilaksanakan, Nawakara Security 911 terpaksa harus mem-PHK sementara waktu 327 orang karyawannya. Begitupun dengan PT Trakindo akibat dari hilangnya sebagian pekerjaan pokok di area fit dan maintenance mau tidak mau harus mem-PHK sebanyak 200 orang karyawan. Hingga saat ini, tak ada yang bisa menghalau management PTAMNT mempensiunkan dini karyawannya. Dari 2.263 orang karyawan yang sebelumnya tercatat mengikuti kebijakan itu, sekitar 554 orang karyawan dipensiunkan pada tahap pertama ini (September-Desember). Oleh perusahaan, program ini akan terus bergulir ke tahap selanjutnya sampai dengan batas kouta yang telah ditetapkan sekitar 1.700 orang karyawan (setengah dari jumlah pekerja). Yang mencengangkan, dari ratusan karyawan yang akan dieksekusi tahap pertama tersebut, sekitar 36 persen merupakan karyawan lokal Sumbawa Barat, sisanya merupakan karyawan luar NTB. Apapun dalihnya, saat ini banyak pihak khawatir jika PTAMNT terus menerapkan  efisiensi, rasionalisasi maupun sebutan lain yang menjadi alasan perusahaan. Selain gelombang pengangguran, dampaknya bisa sangat besar terhadap Kabupaten Sumbawa Barat. Apalagi ekonomi daerah selama ini sangat bergantung dari aktifitas pertambangan di Batu Hijau tersebut. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR -  Proses konstruksi bendungan Bintang Bano ditargetkan akan tuntas tiga tahun kedepan. Meski…