Sumbawa Barat Resmi Jadi Lokasi Smelter PTAMNT

“Menteri ESDM Tinjau Lokasi Smelter”

Maluk, KOBAR – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, dijadwalkan akan mengunjungi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) di Batu Hijau, Jumat (28/4). Kunjungan menteri kabinet kerja Jokowi-JK itu dalam rangka untuk mengetahui secara langsung aktifitas perusahaan yang dulu bernama PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) tersebut.

“Ya, berdasarkan surat yang kita terima, pak menteri ESDM akan tiba sekitar pukul 09.45 WITA menggunakan Helicopter di Port Benete. Kita bahkan sudah melaksanakan rapat koordinasi mengenai teknis penyambutannya baik dengan Kepolisian maupun pihak perusahaan sendiri,” ungkap Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sumbawa Barat, Ir Abdul Muis MM.

Kata Muis, dalam kunjungan kerja itu, Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi, Bupati dan Wakil Bupati serta sejumlah top management perusahaan dipastikan akan turut bersama melakukan penyambutan.

“Gubernur sendiri selepas turut bersama melakukan peninjauan, dijadwalkan akan mengisi tabligh akbar di Masjid Agung Darussalam KTC dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW,” timpalnya.

Selain meninjau aktifitas perusahan, kunjungan menteri yang juga didampingi Anggota DPR RI Komisi VII, Dr Zulkiflimansyah dan Dr Kurtubi, sekaligus melihat area project pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter). Area yang dikunjungi adalah Bukit Benete, Desa Benete, Kecamatan Maluk.

“Disini pak menteri akan mengamati seluruhnya baik dari sisi letak lokasi maupun luas lokasi. Setelah itu pak menteri dijadwalkan akan langsung bertolak ke Sumbawa untuk mengisi kuliah umum di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS),” bebernya.

Sebelumnya, Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, memastikan jika PTAMNT akan memulai proses pembangunan smelter itu pada pertengahan tahun 2017 ini di lokasi tambang batu hijau sesuai perintah undang-undang tentang pertambangan.

“Keputusan AMNT untuk membangun smelter tersebut merupakan langkah maju. Keputusan itu sebagai salah satu kebijakan penting yang memang harus segera diambil oleh pihak perusahaan,” ungkapnya.

Bupati mengaku sangat gembira dengan langkah yang diambil PTAMNT. Pasalnya, PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) selaku pemilik lama perusahaan tambang sebelumnya tidak pernah setuju untuk membangun smelter di Pulau Sumbawa.

Ia bahkan meyakini, dengan dibangunnya smelter nantinya bisa memberikan dampak positif untuk kemajuan daerah dan juga kesejahteraan masyarakat NTB khususnya Kabupaten Sumbawa Barat.

“Smelter ini nantinya akan dapat menciptakan lapangan kerja  dan dapat memberikan multiplier effect, yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat NTB, khususnya Sumbawa Barat,” ujarnya.

Seperti diketahui, salah satu investor yang tertarik untuk membangun pabrik Smelter ini adalah PT Turangga Energy Nusantara (PTTEN) yang berkedudukan di Jakarta. Rencananya, untuk tahap awal pembangunannya, nilai investasi yang digelontorkan PTTEN untuk pembangunan Smelter itu sekitar Rp 30 miliar.

Saat ini PTTEN bahkan tengah mengurus berbagai perizinan yang dibutuhkan di Dinas PM-PTSP NTB. Pada tahun 2016 lalu, perijinan pendahuluan bahkan sudah diselesaikan di Kabupaten Sumbawa Barat. Pada saat telah beroperasi, PTTEN nantinya akan melakukan peleburan bijih tembaga menjadi blister tembaga dengan kadar 90 persen CU. PTTEN bahkan telah melaksanakan persentase rencana investasi pada tanggal 19 Januari lalu di kantor DPM-PTSP NTB di hadapan PM-PTSP, Sekda Sumbawa Barat dan jajarannya, serta SKPD terkait di lingkup Pemprov NTB. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Kepala Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bertekad akan terus memantau kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)…