PTAMNT Tak Peduli Lingkungan Hidup

Kasus dugaan pencemaran air sungai oleh asam tambang yang tertampung di Dam Santong III, Tongo Loka, Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang, dinilai berbagai pihak sebagai kasus pencemaran lingkungan yang sangat berbahaya. Termasuk Komisi III DPRD Sumbawa Barat, sehingga sejak kasus itu mencuat langsung turun ke lokasi melakukan investigasi. Di sana, Komisi III menemukan bahwa memang benar ada unsur kelalaian sehingga terjadi pencemaran di aliran sungai setempat. Komisi III juga mengantongi hasil uji laboratorium, uji ekologi dan laporan  PH air yang menyebutkan, bahwa air asam tambang yang mengandung larutan bahan kimia berbahaya yang telah menyebar ke sungai umum, sehingga air sungai berada dibawah baku mutu standar lingkungan hidup. Bayangkan PH air sampai dibawah lima dan menurut UU lingkungan hidup sudah mencemari lingkungan atau dibawah baku mutu yang ada. Temuan itu tertuang dalam laporan tertulis dan ditandatangani perwakilan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT), DPRD dan Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) setempat.  Hingga kini Komisi III belum menerima laporan atau data apapun seputar klaim management PTAMNT yang menyebutkan sungai Tongo Sejorong sudah netral atau normal kembali. Sehingga atas hal itu, Komisi III mengeluarkan rekomendasi hasil temuan mereka yang ditujukan ke ketua DPRD untuk selanjutnya diteruskan kepada pemerintah, berisi; pemerintah harus membentuk tim ganti rugi akibat kerugian yang timbul, baik material atau inmaterial, mereview kembali surat keputusan bupati nomor 1.302 tahun 2015, meninjau dan merekomendasikan pencabutan penganugerahan Proper Hijau Award yang diberikan kepada Newmont Batu hijau serta mendorong proses hukum akibat tindak pidana lingkungan yang terjadi.

Semenjak kasus ini mencuat, ada kejanggalan sikap yang ditunjukkan pihak PTAMNT. Di berbagai media massa management PTAMNT mengakui bahwa ada kelalaian petugas yang bertanggungjawab mengawasi dan menetralisir air asam tambang, sebelum akhirnya dialirkan ke sungai sehingga pencemaran diduga terjadi. Padahal tidak ada yang berubah baik itu mengenai SOP, tehnologi, management dan sumber daya tenaga, sama atau tidak ada yang berubah seperti saat Newmont masih mengendalikan Batu Hijau. Di berbagai media pun, management PTAMNT mengakui telah terjadi kelalaian dan pencemaran aliran sungai oleh asam tambang, namun tanpa merilis data uji laboratorium, laporan ekologi dan PH air serta jenis bahan kimia yang terkandung. Selang beberapa lama, Management PTAMNT kembali merilis bahwa sungai Tongo sudah dinetralisir dan sudah kembali normal sesuai baku mutu yang ada. Namun keterangan itupun tidak disertai data atau laporan ekologi, PH dan hasil uji laboratorium air sungai secara akurat dan details. Padahal secara teori, butuh waktu yang cukup lama untuk menetralisir suatu pencemaran lingkungan hidup, termasuk sejauh mana radius dan dampak pencemarannya. Dengan anomali sikap yang ditampilkan pihak PTAMNT, wajarlah, sehingga wakil rakyat di parlemen Bertong menuding bahwa PTAMNT tidak peduli lingkungan hidup. Bah! **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Mataram, KOBAR - Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Laut (AL) Armada Timur dikabarkan telah menempatkan sedikitnya…