Jangan Sepelekan Hipertensi, Kenali dan Cegah Sejak Dini

KESEHATAN KELUARGA


Oleh: dr. Annisa Dwi Andriani
(Dokter di Puskesmas Taliwang, Sumbawa Barat, NTB)


Hipertensi atau yang sering dikenal dengan tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang  sangat serius saat ini dan disebut sebagai the silent killer atau pembunuh diam-diam. Hasil survei Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 mencatat prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8% yang didapat dari pengukuran tekanan darah pada umur diatas 18 tahun.

Dari angka tersebut, penderita hipertensi perempuan lebih banyak 6 persen dibanding laki-laki. Sedangkan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai sekitar 9,4%, ini artinya masih banyak penderita hipertensi yang tidak terjangkau dan terdiagnosis oleh tenaga kesehatan dan tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter. Hal tersebut menyebabkan hipertensi sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Faktor Risiko Hipertensi

Sampai saat ini penyebab hipertensi tidak diketahui dengan pasti. Hipertensi disebabkan berbagai faktor yang saling berkaitan. Secara garis besar dapat dibagi menjadi:

Faktor yang tidak dapat dimodifikasi:

– Faktor genetik/ keturunan keluarga.

– Usia, risiko meningkat seiring bertambahnya usia.

– Jenis kelamin.

– Etnis, kulit hitam lebih banyak terjadi.

Faktor yang dapat dimodifikasi: 

– Obesitas, kelebihan berat badan.

– Aktivitas olah raga kurang.

– Asupan garam yang berlebihan.

– Merokok.

– Stress.

– Kopi/kafein.

– Kolesterol tinggi.

Gejala hipertensi

Penderita hipertensi kadang tidak menunjukkan gejala sampai bertahun-tahun, sehingga penderita merasa sehat dan tidak rutin melakukan pengukuran tekanan darah di tenaga kesehatan. Gejala yang sering ditemukan adalah sakit kepala, rasa berat di tengkuk belakang, mimisan (hidung berdarah),  mudah marah, telinga berdengung, mata berkunang-kunang. Namun jika sudah terjadi komplikasi maka akan muncul gejala pada ginjal, mata, otak, atau jantung akibat kerusakan organ karena tingginya tekanan darah.

Penyakit hipertensi dapat ditegakkan oleh tenaga kesehatan dengan ditemukannya peningkatan tekanan darah yaitu ≥140/90 mmHg, pengukuran rata-rata dua kali atau lebih dalam waktu dua kali kontrol.

Ubah Gaya hidup anda

Pengubahan gaya hidup merupakan hal yang penting untuk kontrol tekanan darah Anda, seperti:

– Menurunkan berat badan, dapat dihitung dengan rumus IMT =  Berat badan (kg)/Tinggi badan2 (meter), normal = 18,5 – 24,9 kg/m2.

– Mengurangi konsumsi garam, <1 sendok teh/hari (<2gram/hari).

– Diet DASH : Banyak konsumsi buah, sayur dan kurangi asupan lemak.

– Olahraga aerobik, mis: jogging 30 menit setiap hari.

– Berhenti merokok dan konsumsi alkohol.

– Istirahat yang cukup, minimal 6-8 jam malam hari.

– Jangan stress.

Mencegah hipertensi lebih mudah dan murah dibandingkan dengan pengobatannya. Karena itu, pencegahan sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Jangan didiamkan terlalu lama, karena hipertensi bisa memicu terjadinya komplikasi yang dapat mengancam jiwa. Sebaiknya anda rutin melakukan pengukuran tekanan darah oleh tenaga kesehatan. Segera konsultasikan dengan dokter anda bila terdapat gejala seperti diatas.  ***

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dilaporkan gencar melakukan…