Pol PP Tegur PT PBU Soal Penjualan Miras

Taliwang, KOBAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumbawa Barat dilaporkan telah menegur dan mengingatkan PT Prasmanindo Boga Utama (PTPBU) mitra kerja PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) menyangkut tidak adanya pelaporan mengenai jumlah dan jenis minuman keras (Miras) yang diperjual belikan kurun waktu beberapa bulan terakhir ini.

Kasat Pol PP Sumbawa Barat,  Agus Hadnan SPd, tidak membantah hal tersebut. Ia menyatakan, tidak adanya  pelaporan yang diterima pihaknya mengindikasikan aktifitas jual beli Miras itu menyalahi aturan.

“Selama ini, perusahaan tersebut tidak pernah berkoordinasi dengan kami, tapi malah dengan dinas lain. Padahal, kita ditugaskan oleh Pemkab untuk mengawal dan mengawasi peredaran Miras tersebut sesuai amanat Perda Nomor 2 tahun 2015 tentang pemberantasan prostitusi dan minuman beralkohol,” ungkapnya.

Sejatinya kata Agus, perusahaan tersebut wajib melaporkan jumlah angka realisasi penjualan, angka kebutuhan, jenis Miras yang diperjual-belikan hingga kemana saja barang tersebut dipasarkan, per-empat bulan sekali. Laporan yang disampaikan itu untuk mengetahui berapa jumlah Miras yang dibutuhkan dan berapa jumlah penjualannnya.

“PTPBU memiliki izin lengkap sehingga legal untuk melakukan penjualan Miras dengan berbagai jenis. Tetapi yang kita sayangkan, mereka tidak pernah berkoordinasi termasuk menyampaikan laporan mengenai hal itu hingga akhirnya ditegur,” timpalnya.

Tidak hanya itu,  pihak Pol PP juga menegur keras manajemen perusahaan itu karena aktifitasnya yang memperjual belikan berbagai merk Miras di etalase atau Mini Market yang dimiliki secara bebas. Padahal sesuai aturannya, hal itu bertentangan dengan Permendagri Nomor 6 Tahun 2015 yang mengatur tentang zona tempat penjualan miras.

“Sebelumnya memang diperbolehkan penjualannya di Mini Market. Namun, setelah adanya perubahan Permendagri, maka itu dilarang untuk dijual di Mini Market,” cetusnya.

Teguran yang disampaikan dalam bentuk lisan maupun tulisan itu ditanggapi baik oleh petinggi perusahaan. Mereka bahkan mengaku penjualan Miras di Mini Market karena benar-benar tidak mengetahui hal ikhwal adanya perubahan Permendagri itu.

“Kita masih memberikan toleransi kepada perusahaan itu. Tetapi, jika suatu saat nanti kita temukan Miras masih diperjual belikan di Mini Market, maka tidak segan-segan akan ditindak tegas. Tidak alasan lagi untuk lupa atau tidak mengetahui adanya perubahan Permendagri. Kita akan sita dan amankan sebagai barang bukti, terlebih akan diproses hukum,” tegasnya.

Tidak hanya itu, saat ini perusahaan subkontraktor PTNNT yang bergerak di bidang catering itu bahkan tengah diminta klarifikasinya seputar isu Miras yang diperjual belikan banyak dikonsumsi masyarakat secara luas. Padahal sesuai ketentuannya, apapun merk Miras yang diperjual belikan tidak boleh keluar, tetapi hanya di lingkup tempat operasional saja.

“Ini juga akan kita minta laporannya. Paling telat minggu depan sudah harus diserahkan,” demikian Agus Hadnan. (kjon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Wakil Bupati: Terima Kasih TNI - Polri Taliwang, KOBAR - Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin…