Kekerasan Seksual Pada Anak Kian Meresahkan

Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak haruslah menjadi perhatian serius semua pihak. Pasalnya, setiap tahun korban dari kasus tersebut terus mengalami peningkatan. Di Sumbawa Barat, menurut data Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) setempat, medio per September 2016, korban kekerasan pada anak tercatat mencapai 53 orang dengan 23 kasus. Sementara, tahun 2015 lalu tercatat 20 kasus dengan 30 korban. Ini tentu sangat miris, sehingga orang tua harus terus meningkatkan pengawasannya. Mengapa kasus kekerasan terhadap anak ini perlu menjadi perhatian bersama?, karena, kekerasan terhadap anak tidak hanya meninggalkan luka secara fisik, lebih dari itu, kekerasan ini akan memberikan efek buruk pada perkembangan emosional, sosial, dan psikologi korban kekerasan. Bahkan, tidak jarang korban mengalami gangguan psikologis di masa yang akan datang. Lebih dari itu, apabila korban tidak mendapatkan penanganan dengan baik, kemungkinan besar anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sarat berbagai gangguan emosional seperti depresi hingga gangguan mental serius. Demi mengakhiri kasus kekerasan seksual terhadap anak ini, kita harus sepakat dengan upaya pemerintah Indonesia yang telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) tentang Perlindungan Anak, dengan menambahkan hukuman tambahan bagi pelaku kekerasan seksual yaitu hukuman kebiri. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Kapolres: Dia Sosok Polisi yang Menginspirasi Kami Seteluk, KOBAR - Ungkapan “Tidak ada polisi jujur kecuali…