Manajemen Perusda Akan Direstruktur

Wakil Bupati: Kita Ingin Perusda Maju dan Manajemennya Sehat

Taliwang,  KOBAR – Keberadaan perusahaan daerah (Perusda) yang semestinya bisa memaksimalkan kinerjanya dalam menunjang pembangunan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Malah sebaliknya, selama beberapa tahun terakhir, keberadaan Perusda hanya menjadi beban bagi Pemerintah daerah. Anggaran ratusan juta hingga mencapai miliaran rupiah telah dikucurkan untuk perusahaan plat merah ini, namun tidak menghasilkan keuntungan. Tak mengherankan, apabila pemerintah setempat akan mengevaluasi dan merestrukturisasi manajemen Perusahaan.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST, tak menyangkal, berdasarkan perkembangan yang terjadi, Perusda memang belum mampu mengembangkan usaha yang dijalankan. Termasuk belum mampu membangun kerjasama dengan masyarakat untuk mengembangkan sejumlah unit usaha maupun bermitra dengan perusahaan swasta lainnya.

“Kita sebenarnya berkeinginan Perusda itu bisa berjalan sesuai yang diharapkan, bukan hanya pada profit oriented namun juga harus bisa berupaya pada social oriented,” ungkapnya.

Menurutnya, seharusnya dengan kewenangan pengurus Perusda yang telah di SK-kan, tidak lantas beralasan terkendala modal dalam mengembangkan usaha. Karena apapun itu, manajemen Perusda diharuskan mampu mengurus rumah tangganya sendiri. Terutama dalam hal mengembangkan atau menambah unit usaha yang dijalankan.

“Tidak hanya berharap dana dan menunggu kegiatan usaha diberikan oleh pemerintah saja. Tetapi, harus ada terobosan untuk membuka peluang usaha lainnya yang secara nyata bisa menguntungkan,” katanya.

Sejatinya, tambah Wabup, Perusda dibentuk untuk mewujudkan tujuan mulia pemenuhan kebutuhan masyarakat yang dibarengi dengan pencapaian keuntungan finansial untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hanya saja, bagi Pemkab, Perusda sebenarnya tidak ditargetkan untuk menghasilkan Pendapatan dalam jumlah tertentu, tetapi lebih kepada bagaimana perusahaan itu mengoptimalkan keberadaannya untuk pemberdayaan masyarakat.

“Yang kita tahu, sejauh ini usaha yang dijalankan Perusda hanya operasional kapal cepat KSB Ekspres saja. Sementara kegiatan usaha lainnya, seperti perbengkelan dan paving blok tidak diketahui perkembangannya,” timpalnya.

Untuk itu, kata Wabup, evaluasi dan restrukturisasi manajemen Perusda akan dilakukan. Selain tujuannya agar memaksimalkan kinerja sesuai tugas dan fungsinya, karena Perusda juga merupakan perusahaan milik daerah yang segala bentuk kegiatan maupun usahanya harus diketahui publik.

“Jadi, evaluasi maupun restrukturisasi itu akan tetap kita lakukan. Selain itu, manajemen Perusda juga, harus memiliki laporan tentang capaian selama beroperasi termasuk rencana program prioritas yang akan dilaksanakan kedepan,” cetusnya.

Jika ingin maju, Perusda sebenarnya harus memiliki visi dan misi yang jelas. Terlebih harus memiliki program prioritas. Sebab penyebab gagalnya sebuah usaha, karena faktor tidak memiliki visi dan misi. Seperti halnya PDAM, selama ini selalu intensif mengembangkan kegiatan usahanya dan menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

“Berbicara mengenai pendapatan PDAM, memang kecil, karena harga jual air bersih ke masyarakat masih sangat rendah. Tetapi azas manfaat bagi masyarakat atas keberadaan PDAM itu sangat besar, dimana ribuan orang sebagai pelanggan bisa merasakan manfaat dari keberadaannya,” pungkasnya. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Meski hampir 13 Tahun lebih penyakit Antraks sudah tidak lagi menjangkiti ternak sapi…